HomeBeritaSuriah dan Pengembang UEA Sepakati Proyek “Damaskus Baru” Senilai US$7 Miliar

Suriah dan Pengembang UEA Sepakati Proyek “Damaskus Baru” Senilai US$7 Miliar

DAMASKUS — Suriah membuka babak baru pembangunan pascaperang dengan menggandeng pengembang properti asal Uni Emirat Arab (UEA), Arada, untuk mengembangkan proyek kota terpadu senilai sekitar US$7 miliar di Damaskus.

Kesepakatan tersebut ditandatangani antara Dana Kekayaan Berdaulat Suriah (Syrian Sovereign Fund) dan Arada pada Senin, 31 Agustus 2026, menurut laporan kantor berita resmi Suriah, SANA.

Proyek yang diberi nama “New Damascus” atau “Damaskus Baru” itu akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 4 juta meter persegi. Pengembangan tersebut menjadi proyek pertama Arada di Suriah dan dirancang sebagai kawasan perkotaan terpadu yang menggabungkan hunian, perdagangan, kesehatan, pendidikan, perhotelan, hingga ruang rekreasi.

Dalam rancangan awal, proyek ini akan menyediakan sekitar 11.000 unit hunian, lebih dari 500 kamar hotel, rumah sakit dengan kapasitas hingga 300 tempat tidur, serta fasilitas pendidikan yang diproyeksikan mampu melayani sekitar 5.000 siswa.

Selain itu, kawasan tersebut akan dilengkapi pusat layanan pemerintah, perkantoran, area komersial, ruang terbuka hijau dan fasilitas rekreasi.

CEO sektor pengembangan real estat Dana Kekayaan Berdaulat Suriah, Mohammed al-Khayyat, mengatakan proyek Damaskus Baru akan menggunakan konsep “15-minute city”, sebuah pendekatan tata kota yang memungkinkan masyarakat mengakses kebutuhan sehari-hari dan layanan dasar dalam jarak yang relatif dekat dari tempat tinggal mereka.

Konsep tersebut dirancang untuk mengurangi ketergantungan terhadap perjalanan jauh dan menciptakan kawasan hunian yang lebih terintegrasi antara tempat tinggal, fasilitas publik, layanan kesehatan, pendidikan, perdagangan, dan ruang rekreasi.

Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh CEO Arada, Ahmed al-Khushaybi, dan Mohammed al-Khayyat selaku CEO sektor pengembangan real estat Dana Kekayaan Berdaulat Suriah.

Bagi Arada, proyek tersebut menjadi langkah awal perusahaan memasuki pasar Suriah.

Tak Sekadar Bisnis, Ada Misi Kemanusiaan

Di balik nilai investasi yang besar, proyek Damaskus Baru juga memiliki komponen kemanusiaan.

Ketua Dana Kekayaan Berdaulat Suriah, Mazen al-Salhani, mengatakan kerja sama tersebut mencakup rencana pembangunan komunitas hunian berkelanjutan bagi masyarakat yang tinggal di kamp-kamp pengungsian serta warga yang kehilangan rumah akibat kehancuran selama konflik.

Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan solusi hunian yang lebih permanen bagi kelompok masyarakat yang terdampak perang.

CEO Arada Ahmed al-Khushaybi mengatakan perusahaan akan memperluas inisiatif penyediaan hunian bagi pengungsi yang sebelumnya telah dijalankan di sejumlah wilayah lain ke Suriah.

Program tersebut akan dikembangkan bersama Dana Kekayaan Berdaulat Suriah melalui konsep “City for a City”.

Kesepakatan senilai US$7 miliar itu datang ketika Suriah tengah berupaya menarik investasi asing untuk membangun kembali perekonomian dan infrastrukturnya setelah lebih dari satu dekade konflik.

Kerusakan akibat perang telah berdampak besar terhadap sektor perumahan, fasilitas publik, layanan dasar, dan aktivitas ekonomi. Karena itu, masuknya investasi berskala besar ke sektor properti dipandang sebagai salah satu bagian dari upaya mendorong proses rekonstruksi.

Laporan Reuters yang dikutip sejumlah media juga menyebut Suriah tengah berusaha menarik investasi asing untuk menopang perekonomian yang mengalami tekanan berat akibat perang dan sanksi internasional selama bertahun-tahun.

Proyek Damaskus Baru dengan nilai sekitar US$7 miliar sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan kembali Suriah mulai bergerak dari sekadar perencanaan menuju proyek investasi berskala besar.

Jika terealisasi sesuai rencana, kawasan tersebut tidak hanya akan menjadi proyek properti, tetapi juga bagian dari transformasi tata kota Damaskus—menggabungkan hunian, fasilitas publik, pusat ekonomi, layanan kesehatan dan pendidikan dalam satu kawasan terpadu. (cky)

Ahmad Tasori
Ahmad Tasori
Aktif sebagai koresponden jurnalis iNews dan bagian dari jaringan MNC Group yang memiliki pengalaman dalam peliputan berbagai isu nasional, keagamaan, dan internasional. Berpengalaman meliput penyelenggaraan ibadah haji di Makkah serta isu Palestina dan Gaza. Pada 2025, pernah melaporkan langsung dari Tunis, Tunisia, mengenai misi Global Freedom Flotilla menuju Gaza.
ARTIKEL TERKAIT

Terkini