anak palestina

Pasukan Israel Tarik Anak-anak Palestina dari Tempat Tidur dan Memotretnya

GAZA MEDIA, HEBRON – Kelompok hak asasi Israel B’Teselem merilis foto dan video serangan yang dilakukan pasukan Zionis di Hebron. Dalam serangan itu, pasukan Israel menyerbu sebuah rumah kemudian membangunkan anak-anak Palestina dengan menarik mereka dari tempat tidur dan memotretnya secara ilegal.

Menurut B’Tselem setidaknya 13 anak kecil ditarik dari tempat tidur dan memotret mereka tanpa persetujuan mereka ketika mereka gemetar dan setengah tertidur.

Video dan foto itu menunjukkan anak-anak Palestina yang mengantuk dengan piyama mereka, beberapa menggosok mata dan yang lain menangis, berdiri di rumah keluarga Da’na, sementara tentara Israel bersenjata lengkap meneriakkan perintah kepada orang tua mereka untuk mengarahkan anak-anak ke balkon untuk memotret mereka.

“Anda membangunkan mereka dan membuat mereka takut,” ujarnya kepada tentara Israel seperti dikutip dari Middle East Eye.

Ke-13 anak tersebut diketahui berusia mulai dari TK hingga SD. Tentara Israel dapat didengar dalam video yang mengatakan bahwa mereka mengambil foto anak-anak di bawah umur setelah insiden pelemparan batu di pemukiman ilegal Kiryat Arba di pinggiran Hebron.

Keluarga Da’na tinggal di daerah H1 Hebron, yang berada di bawah kendali penuh militer dan pemukim Israel. Hebron adalah satu-satunya tempat di Tepi Barat di mana pemukim Israel tinggal di jantung kota Palestina. Penduduk Palestina di Hebron menjadi sasaran pembatasan pergerakan yang ketat, kehadiran konstan angkatan bersenjata Israel, dan telah lama berupaya memaksa penduduk Palestina keluar dari Kota Tua. []

Sepanjang 2021 ‘Israel’ Tangkap 1.149 Anak Palestina

GAZA MEDIA, YERUSSALEM – Hari Anak Sedunia ditetapkan pada tahun 1954. Pada tanggal 20 November 1959, Majelis Umum PBB mengadopsi Deklarasi Hak Anak.

Hari Anak Sedunia mempromosikan kebersamaan internasional, kesadaran di antara anak-anak di seluruh dunia, dan keinginan untuk meningkatkan kesejahteraan anak-anak.

Kegembiraan hari anak tidak dirasakan oleh anak-anak di Palestina di bawah pendudukan ‘Israel’.

Data yang dihimpun Gaza Media menunjukan Pelanggaran penjajah “Israel” terhadap anak-anak Palestina sejak tahun 2021 mencapai 15 anak Palestina sahid dan sebanyak 1.149 anak Palestina berada di penjara-penjara Israel. []

33 Tahun Deklarasi Kemerdekaan Palestina

GAZA MEDIA, GAZA – Senin (15/11), Deklarasi Kemerdekaan Palestina adalah sebuah pernyataan yang ditulis oleh penyair Palestina Mahmoud Darwish dan diproklamasikan oleh Yasser Arafat pada tanggal 15 November 1988.

Sudah 33  Tahun Deklarasi Kemerdekaan Palestina Berlangsung , namun sampai saat ini mereka masih merasakan serangan israel. Tercatat sekitar 6.000.000 warga palestina mengungsi ke negara-negara lain. Belum lagi jumlah mereka yang sudah tiada karna ulah dari tentara israel yang terus menyarang tanpa pandang bulu , Anak-anak maupun orang dewasa . Jumlah ini terus bertambah seiring dengan upaya Zionis memperluas wilayah palestina untuk dijajah.

Per 31 April 2021, Jumlah rumah penduduk Palestina yang dihancurkan oleh israil meningkat 90% .  Zionis kerap kali menghancurkan rumah-rumah penduduk Palestina dan tempat Ibadah , bahkan dengan enteng nya mereka memukul dan menembak dengan senjata kepada siapa saja yang melawan atau mempertahankan tempat tinggalnya.

Sebanyak 21.8 persen korban jiwa dari kekejian Zionis adalah anak-anak, sampai ketika mereka sekolah ataupun tertidur selalu merasakan ancaman itu ,  tidak sedikit yang mengalami mimpi buruk setiap hari dan mengalami trauma, dimana makna “Merdeka” dikala untuk beribadah tertidur dan belajar saja mereka selalu terancam .

Anak-anak yang sedang belajar disekolah, tetap saja Zionis itu datang dan menyerang disaat anak-anak sedang tidak bersama kedua orangtuanya , banyak anak-anak yang sudah kehilangan waktunya bahkan bukan waktu saja tetapi kebahagiaan untuk bersama kedua orang tuanya,  miris rasanya setiap mendengar kabar duka dan kekerasan yang mereka terima.[TNO]