BLOKADE

21 Anggota Keluarga di Gaza Tewas Akibat Kebakaran, PYM: Blokade Israel Perparah Kehidupan Warga!

GAZA MEDIA, GAZA – Gaza adalah rumah bagi 2,3 juta orang, salah satu wilayah dengan kepadatan penduduk tertinggi di dunia. Menurut PBB, hampir 600.000 pengungsi di Gaza tinggal di delapan kamp yang penuh sesak. Rata-rata, ada lebih dari 5.700 orang per kilometer persegi – sangat mirip dengan kepadatan penduduk di London – tetapi angka itu meningkat menjadi lebih dari 9.000 jiwa di Kota Gaza.

Bencana kebakaran kembali terjadi di sebuah bangunan apartemen kamp Jabalia Jalur Gaza yang telah merenggut 21 nyawa-7 di antaranya anak-anak- dan 30 lainnya alami luka-luka, Jumat dini hari (18/11/2022). Palestine Youth Movement (PYM) menuntut Israel bertanggung jawab penuh terhadap korban tewas akibat kobaran api. Diketahui, Gaza sudah menjadi tempat terpadat di bumi, infrastruktur yang buruk dengan tidak adanya bahan bangunan yang aman akibat gempuran jet tempur Zionis beberapa dekade terakhir, serta blokade yang berlangsung selama 16 tahun kian memperparah situasi kehidupan bagi warga Gaza.

“Blokade Gaza harus diakhiri. Jika tidak, maka tidak akan ada upaya serius yang dilakukan untuk mencegah bencana serupa terjadi lagi ke depannya” Aktivis PYM menyebutkan. PYM menuntut pencabutan penuh blokade dan segera memberi akses bahan bangunan, peralatan medis, dan perlengkapan keselamatan logistik untuk masuk dan keluar dari Jalur Gaza. Serta memberikan kebebasan penuh untuk 2 juta warga Palestina di Gaza, memuilhkan kembali sektor ekonomi seluruh wilayah pendudukan Palestina lainnya.

Dilansir dari @metraswebsite, warga Palestina yang terblokade di Jalur Gaza kembali terbangun pagi ini untuk menghadiri kuburan massal, di mana kebanyakan diantara korban syahid adalah  anak-anak yang mungkin berhak bahagia ketika mereka berkumpul bersama sepupu mereka, menikmati permen dan manisan dengan penuh canda tawa. Serta orang tua yang tengah merindukan reuni keluarga mereka setelah berpisah dalam jangka waktu yang cukup lama.

Rasa haru dan duka menyelimuti warga Gaza pagi ini, jiwa dan raga mereka terbebani oleh kelelahan setelah semalaman terkurung dalam waktu yang cukup lama membantu padamkan kobaran api tragedi di kamp Jabalia. 21 anggota dalam satu keluarga meninggal syahid saat berkumpul merayakan acara syukuran menyambut suka cita.

Banyaknya bensin yang disimpan di dalam rumah menyebabkan sumbu api melahap cepat hingga berakibat fatal menimbulkan kobaran api. Menurut saksi setempat, beberapa jerigen bahan bakar sengaja disimpan untuk mengoperasikan generator listrik/genset. Mungkin misil Israel bukanlah mesin pembunuh kali ini, tetapi apapun itu pembunuh itu sendiri: pendudukan Israel dan blokade 16 tahun secara perlahan mencekik kehidupan warga Palestina terkhusus bagi warga Gaza.

Selama 16 tahun, Jalur Gaza mengalami krisis bahan bakar yang mempengaruhi semua aspek kehidupan, meliputi listrik, air bersih, transportasi, obat-obatan, mesin pemanas untuk hadapi musim dingin, fasilitas pendidikan dan bahan bakar tidak terpenuhi dengan layak. Mengakali krisis ini, warga Gaza terus gigih mencoba berbagai cara bisa hemat dengan menyelundupkan dan membakar plastik, bahkan menggunakan minyak goreng falafel demi bertahan hidup dengan harapan blokade tidak akan mampu mengalahkan mereka.
(ofr/ofr)

Amin Ghalban: Kami Serius Hancurkan Blokade di Gaza!

GAZA MEDIA, KHAN YUNIS – Pemimpin gerakan Hamas di Khan Yunis, Amin Ghalban, mengatakan bahwa gerakannya sangat serius untuk membebaskan blockade di Jalur Gaza.

Hal tersebut dia sampaikan perayaan massal memperingati kelahiran gerakan di daerah Ma’an Khan Yunis. Dia menambahkan, “Hamas akan membongkar tembok di sekitarnya. Bekerja keras untuk membongkar tautannya. Bekerja siang dan malam sehingga agar ada celah bagi rakyat Palestina.”

Dia menekankan bahwa tujuan Hamas adalah pembebasan Palestina, dan tidak ada kata mundur darinya. Dia menegaskan, “Gerakan Hamas hari demi hari berubah menjadi mimpi buruk yang menghantui tidur para Zionis, dan menjadi duri di tenggorokan pendudukan Israel.”

Dia mengatakan, “Hamas selalu bersama semua orang Palestina. Sangat menginginkan persatuan rakyat Palestina. Akan tetapi Hamas menginginkan barisan ini bersatu pagi melawan musuh dan mereka yang merebut tanah kami dan mereka yang berusaha mengurangi kebebasan kami.”

Dia menekankan bahwa gerkakan Hamas bersama dengan faks-faksi Palestina telah menjadi model-model unik dalam kerja militer dan keamanan.

Dia menambahkan, “Kami ingat kerja keamanan terfokus yang dilakukan oleh gerakan Hamas, yang mampu mengalahkan sistem keamanan Zionis dengan mengambil data perwira mereka dan mengakses data sensitive. Setiap hari Gerakan Hamas menyajikan model dan contoh yang membuat marah musuh. Apa yang terjadi di wilayah timur dengan Sheikh Nour Baraka belum hilang dari ingatan.”

Dia menekankan bahwa gerakan Hamas, pada peringatan 34 tahun kelahirannya, tidak melupakan para tawanan. Dia menambahkan, “Hamas, sebelum dan sesudah berdiri, menyandera tentara Israel sebagai salah satu prioritas terpentingnya untuk membebaskan para tawanan dari penjara Israel.”

Dia melanjutkan, “Hamas akan tetap pada janjinya untuk membebaskan para tawanan. Hamas tidak akan lelah atau jenuh sampai membebaskan semua tawanan dari penjajah penjajah Israel.”

Dia menyatakan bahwa gerakan Hamas mengorganisir citra persatuan yang cerah melalui ruang operasi bersama, dan melalui pawai kepulangan bagi pengungsi Palestina, serta menyatukan semua elemen Palestina untuk isu perjuangan rakyat Palestina.

Dia menekankan bahwa Hamas tidak menyerahkan senjatanya kapan pun dan tidak akan meninggalkan prinsip-prinsip Palestina, karena Hamas menegaskan pada setiap peringatan kelahirannya bahwa mereka tidak akan mengakui Israel.

Dia mengatakan, “Hamas bukanlah gerakan dictator. Hamas adalah salah satu gerakan terbaik yang pernah ada. Karena Hamas percaya pada perubahan dan pembaruan yang selalu dan selamanya akan terjadi.”[]