Friday, August 29, 2025
HomeBeritaTentara Israel tertawa saat menembak warga Gaza

Tentara Israel tertawa saat menembak warga Gaza

Di tengah penderitaan rakyat Gaza yang terjebak perang, sebuah rekaman video memicu gelombang kemarahan internasional.

Video itu memperlihatkan sejumlah tentara Israel menjadikan nyawa warga sipil Palestina seolah sebuah permainan.

“Ya, Kohn, jangan sampai meleset!” demikian teriakan salah satu tentara kepada rekannya yang tengah mengokang senapan.

Sesaat kemudian, terdengar letusan tembakan. Seorang pria Palestina, tanpa senjata, yang berjalan menuju pusat distribusi bantuan, roboh bersimbah darah.

Dalam rekaman itu, para tentara terdengar saling menyemangati sang penembak.

“Dia datang ke arah jalur itu, Kohn. Kau tak mungkin meleset. Sudah ada izin. Di atas pengemudi, Opa! Sepertinya dia jatuh,” ujar mereka sambil tertawa.

Momen ketika pria tak bersenjata itu terkapar disambut dengan sorak-sorai dan gelak tawa.

Reaksi para tentara itu memperlihatkan betapa nyawa warga sipil Palestina diremehkan, bahkan dijadikan bahan hiburan di tengah perang yang telah menelan begitu banyak korban.

Video tersebut segera beredar luas di media sosial. Banyak warganet mengecam peristiwa itu sebagai bentuk “eksekusi di lapangan” dan “kejahatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.”

Sejumlah pengguna menilai peristiwa itu bukti nyata pola sistematis militer Israel yang sengaja menjadikan warga sipil sebagai sasaran.

Apalagi, penembakan itu terjadi saat warga Gaza hidup dalam kondisi terkepung, kelaparan, dan berebut bantuan kemanusiaan untuk sekadar bertahan hidup.

“Ini bukan sekadar kejahatan, tetapi tontonan. Mereka tidak hanya membunuh, tetapi juga mendokumentasikan dan menyebarkannya,” tulis salah seorang pengguna.

Unggahan itu menegaskan bagaimana tentara Israel seakan ingin menunjukkan bahwa mereka tak takut akan hukum atau pengadilan internasional.

Bagi banyak pengamat, rekaman itu hanyalah satu fragmen dari rangkaian panjang kekerasan yang sudah terdokumentasi.

Video tersebut semakin memperkuat gambaran bahwa tentara Israel memperlakukan operasi militer di Gaza layaknya sebuah “permainan kematian.”

“Ini momen yang mencerminkan perang yang benar-benar kehilangan nilai kemanusiaannya,” ujar seorang aktivis.

Ia menyerukan agar seluruh bukti semacam itu diarsipkan rapi untuk kelak diajukan ke Mahkamah Internasional.

Namun, di sisi lain, publik mempertanyakan mengapa lembaga-lembaga hak asasi internasional masih bungkam menghadapi praktik brutal semacam ini.

Sejak 7 Oktober 2023, Israel melancarkan operasi militer yang oleh banyak pihak disebut sebagai bentuk genosida.

Dukungan militer dan politik dari Amerika Serikat (AS) membuat negeri itu seolah kebal dari tekanan dunia.

Hingga akhir Agustus 2025, agresi tersebut telah menewaskan dan melukai sekitar 222.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Sekitar 9.000 orang dinyatakan hilang, sementara ratusan ribu lainnya terusir dari rumah mereka.

Di tengah kelaparan yang melanda, tercatat 313 orang meninggal karena busung lapar, termasuk 119 anak-anak.

Video yang beredar ini menambah deretan bukti mengenai betapa perang di Gaza bukan sekadar konflik bersenjata, melainkan juga panggung kejahatan kemanusiaan yang dipertontonkan tanpa rasa takut akan konsekuensi.

ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Most Popular