spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Thursday, February 26, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeBeritaTurki Pertimbangkan Masuk Wilayah Iran untuk Cegah Krisis Pengungsi

Turki Pertimbangkan Masuk Wilayah Iran untuk Cegah Krisis Pengungsi

Pemerintah Türkiye khawatir perang akan mendorong warga terlantar—terutama warga Afghanistan dan Pakistan yang saat ini tinggal di Iran—bergerak menuju perbatasan Türkiye

ANKARA – Türkiye dilaporkan memperbarui rencana darurat militernya terkait kemungkinan kampanye militer yang dipimpin Amerika Serikat terhadap Iran, termasuk opsi melakukan operasi lintas batas ke wilayah Iran guna mencegah gelombang besar pengungsi, demikian laporan Bloomberg yang mengutip sumber-sumber yang mengetahui pembahasan tersebut.

Dikutip dari Turkiye Today, langkah persiapan ini muncul di tengah perubahan fokus operasi pengawasan udara NATO yang berbasis di Türkiye, dari sebelumnya memantau Rusia kini lebih diarahkan ke Iran. Pesawat radar canggih E-3A AWACS milik aliansi tersebut, yang beroperasi dari kota Konya di Anatolia Tengah, selama ini memantau kedua negara, namun frekuensi penerbangan yang berfokus pada Iran meningkat signifikan dalam beberapa pekan terakhir, menurut sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan karena sensitivitas isu keamanan.

Ankara Siapkan Berbagai Skenario

Menurut laporan Bloomberg, Ankara secara aktif menyiapkan sejumlah skenario menghadapi kemungkinan serangan Amerika Serikat terhadap Iran. Para pejabat menilai langkah militer tersebut dapat dimaksudkan untuk memaksa Teheran memberikan konsesi terkait program nuklirnya, dengan potensi kampanye militer lebih luas jika jalur diplomasi gagal.

Türkiye disebut telah mendesak Washington maupun Teheran agar menahan diri dan menghindari eskalasi konflik.

Persiapan ini berlangsung ketika Amerika Serikat mengerahkan aset militer besar di kawasan Timur Tengah, termasuk dua kapal induk dan jet tempur. Presiden AS Donald Trump menyatakan dirinya sedang “mempertimbangkan” serangan terbatas terhadap Iran, di saat diplomat kedua negara masih berupaya merundingkan kesepakatan nuklir baru. Trump menginginkan kesepakatan tersebut rampung pada awal Maret.

Pangkalan Jet Utama ke-3 di Konya telah menjadi basis operasi maju NATO bagi pesawat AWACS sejak 1983. Pesawat E-3A mampu mendeteksi dan melacak target udara hingga ratusan kilometer, menjadikannya aset strategis penting untuk memantau wilayah udara Timur Tengah tanpa harus memasuki wilayah negara lain.

Kekhawatiran Gelombang Pengungsi

Faktor utama yang mendorong kekhawatiran Ankara adalah potensi masuknya pengungsi dalam jumlah besar jika konflik Iran pecah. Pemerintah Türkiye khawatir perang akan mendorong warga terlantar—terutama warga Afghanistan dan Pakistan yang saat ini tinggal di Iran—bergerak menuju perbatasan Türkiye.

Türkiye sendiri telah menampung hampir tiga juta pengungsi Suriah sejak perang saudara di negara tersebut, yang memberi tekanan besar terhadap layanan publik sekaligus menjadi isu sensitif dalam politik domestik. Pemerintah menilai gelombang baru pengungsi berisiko memperburuk tekanan ekonomi di tengah inflasi tinggi dan pertumbuhan yang melambat.

Perbatasan Türkiye–Iran sepanjang sekitar 560 kilometer selama ini menjadi salah satu jalur migrasi tidak resmi paling aktif di kawasan. Ankara telah menginvestasikan sumber daya besar untuk memperkuat keamanan perbatasan, termasuk pembangunan tembok beton, kawat berduri, menara pengawasan, serta patroli berlapis oleh militer, gendarmerie, dan kepolisian.

Opsi Operasi Lintas Batas

Sumber Bloomberg menyebut Türkiye telah memperbarui rencana kontinjensi guna menghadapi kemungkinan perpindahan penduduk skala besar. Opsi yang disiapkan mencakup pembangunan kamp pengungsi di dekat perbatasan hingga kemungkinan memasuki wilayah Iran untuk mencegah pengungsi menyeberang ke Türkiye—langkah yang hanya akan dipertimbangkan jika terjadi kekosongan kekuasaan di Teheran.

Gagasan pembentukan zona penyangga di sisi Iran disebut mulai mendapat dukungan di dalam pemerintahan Türkiye. Kementerian Luar Negeri Türkiye bahkan telah memberikan pengarahan tertutup kepada anggota parlemen mengenai skema rencana darurat bertingkat tersebut.

Para pejabat memberi sinyal kesiapan mengambil langkah luar biasa guna menghindari terulangnya kebijakan pintu terbuka bagi pengungsi seperti yang terjadi setelah perang Suriah.

Pengalaman krisis pengungsi Suriah telah mengubah secara mendasar pendekatan Türkiye terhadap migrasi. Pada 2012, pemerintah sempat menargetkan jumlah pengungsi Suriah tidak melebihi 100.000 orang, namun angka tersebut akhirnya melonjak hingga lebih dari tiga juta dalam beberapa tahun berikutnya.

Surya Fachrizal
Surya Fachrizal
Pimred Gaza Media, co-founder Timteng Podcast
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler