spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Wednesday, March 25, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeBeritaApproval rating Trump anjlok ke 36% di tengah perang Iran

Approval rating Trump anjlok ke 36% di tengah perang Iran

 

Tingkat persetujuan publik terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali merosot. Jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dirilis Selasa, 24 Maret, mencatat approval rating Trump turun ke 36 persen—terendah sejak awal masa jabatan keduanya.

Angka ini turun empat poin dibanding pekan sebelumnya, dan anjlok 11 poin dari posisi 47 persen saat ia memulai periode keduanya. Survei tersebut dilakukan pada 20–23 Maret terhadap 1.272 responden dewasa di AS, dengan margin of error sekitar 3 persen.

Penurunan dukungan juga terlihat pada kebijakan luar negeri. Persetujuan terhadap serangan militer AS ke Iran turun dua poin menjadi 35 persen.

Di sisi lain, dampak ekonomi mulai terasa. Harga bensin melonjak 34 persen sejak perang dimulai pada 28 Februari, dengan rata-rata nasional mencapai 3,98 dolar AS per galon, menurut data AAA.

Namun, basis pendukung Trump tidak sepenuhnya seragam. Survei Politico pada 13–18 Maret menunjukkan 81 persen pendukung yang mengidentifikasi diri sebagai “MAGA” masih mendukung operasi militer di Iran. Sebaliknya, dukungan di kalangan pendukung Trump non-MAGA hanya mencapai 61 persen. Survei ini melibatkan 3.851 responden dengan margin of error 1,6 persen.

Retakan juga mulai muncul di kalangan elite konservatif. Sejumlah figur sayap kanan seperti Tucker Carlson, Megyn Kelly, dan Marjorie Taylor Greene mengambil jarak dari Trump.

Mereka menilai langkah militer terhadap Iran bertentangan dengan prinsip “America First” yang selama ini diusung Trump, sekaligus melanggar janji kampanyenya untuk tidak membawa Amerika Serikat ke dalam perang baru.

Di tengah tekanan politik dan ekonomi, perang di Iran kini bukan hanya soal kebijakan luar negeri, tetapi juga berpotensi menjadi faktor penentu dalam dinamika politik domestik Amerika Serikat menjelang pemilu sela.

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler