HomeBeritaIsrael klaim gagalkan serangan rudal balistik dari Yaman

Israel klaim gagalkan serangan rudal balistik dari Yaman

Saluran TV 12 Israel melaporkan, Israel berhasil mencegat sebuah rudal balistik yang diluncurkan dari Yaman menuju wilayah selatan Israel, tanpa menimbulkan korban.

Menurut laporan dari Badan Penyiaran Israel, sirene peringatan berbunyi di kota Dimona, Be’er Sheva, dan Eilat, menyusul deteksi peluncuran rudal dari Yaman untuk pertama kalinya sejak eskalasi konflik.

Sementara itu, situs berita Walla mengutip pejabat militer Israel yang menyatakan bahwa kelompok Houthi resmi memasuki jalur konfrontasi militer saat ini. Hingga saat ini, belum ada komentar dari pihak Houthi terkait insiden tersebut.

Beberapa jam sebelum serangan, juru bicara militer Houthi, Brigjen Yahya Sari’, menyatakan kesiapan kelompoknya untuk melakukan intervensi militer langsung. Pernyataan ini disampaikan menyusul yang disebutnya sebagai “agresi Amerika Serikat dan Israel” terhadap Iran dan sejumlah negara di kawasan, serta peringatan atas meluasnya konfrontasi jika eskalasi terus berlanjut.

Dalam pernyataan video, Sari’ menjelaskan bahwa sikap Yaman didorong oleh tanggung jawab moral dan agama terhadap apa yang disebutnya sebagai rencana yang menarget Iran, negara-negara dalam Poros Perlawanan, serta Palestina, Lebanon, dan Irak. Ia menekankan bahwa eskalasi ini mengancam stabilitas regional dan global, termasuk dampaknya terhadap ekonomi dunia.

Kelompok Houthi meminta Amerika Serikat dan Israel untuk segera menanggapi upaya internasional guna menghentikan perang. Mereka menyebut operasi militer yang berlangsung sebagai “agresi yang tidak adil dan tidak beralasan,” serta menuntut dihentikannya serangan terhadap negara-negara Muslim dan pencabutan blokade terhadap Yaman.

Selain itu, Houthi menekankan pentingnya pelaksanaan kesepakatan penghentian perang di Gaza dan pemenuhan komitmen kemanusiaan terkait, sebagai bagian dari dukungan terhadap hak-hak sah rakyat Palestina.

Sejak 28 Februari lalu, Israel dan Amerika Serikat diketahui melancarkan operasi militer terhadap Iran, menewaskan ratusan orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei dan sejumlah pejabat keamanan. Iran membalas dengan meluncurkan rudal dan drone ke arah Israel.

Iran juga menargetkan yang diklaim sebagai “situs dan kepentingan Amerika” di beberapa negara Arab, meski sejumlah serangan menimbulkan korban sipil dan kerusakan fasilitas, yang dikecam negara-negara terdampak.

 

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler