HomeBeritaIsrael Kepung Armada GSF di Perairan Internasional, Aktivis Desak Perlindungan Dunia

Israel Kepung Armada GSF di Perairan Internasional, Aktivis Desak Perlindungan Dunia

MEDITERANIA – Armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) melaporkan bahwa kapal-kapal mereka dikepung dan dicegat oleh kapal perang angkatan laut Israel saat berada di perairan internasional, sekitar 250 mil laut dari Jalur Gaza. Insiden tersebut memicu kecaman luas dan disebut sebagai tindakan ilegal terhadap misi sipil kemanusiaan internasional.

Dalam pernyataan resminya, Global Sumud Flotilla menyebut kapal-kapal perang Israel mulai mengepung armada mereka ketika konvoi tengah menuju Gaza untuk mengirim bantuan kemanusiaan dan menantang blokade yang telah berlangsung bertahun-tahun. Armada tersebut terdiri atas puluhan kapal sipil yang membawa ratusan aktivis dari berbagai negara.

“Israel melakukan intersepsi ilegal di laut lepas terhadap warga sipil tak bersenjata yang menjalankan misi kemanusiaan damai,” demikian pernyataan koalisi Global Sumud Flotilla. Mereka juga menuntut komunitas internasional segera turun tangan untuk menjamin keselamatan seluruh peserta flotilla.

Siaran langsung dari beberapa kapal memperlihatkan kapal perang Israel mendekati armada flotilla di Laut Mediterania. Sejumlah laporan menyebut komunikasi beberapa kapal terganggu sebelum kontak dengan sebagian armada terputus. Aktivis di atas kapal juga melaporkan adanya intimidasi serta upaya pengambilalihan kapal oleh militer Israel.

Media Israel melaporkan bahwa sebagian aktivis telah ditahan dan dipindahkan ke kapal militer yang dijuluki sebagai “penjara terapung” sebelum dibawa ke Pelabuhan Ashdod. Pemerintah Israel sendiri menegaskan akan terus mencegah setiap upaya menembus blokade laut Gaza yang diberlakukan sejak 2007.

Global Sumud Flotilla merupakan koalisi kemanusiaan internasional yang dibentuk untuk membuka jalur bantuan menuju Gaza di tengah krisis kemanusiaan yang terus memburuk. Gerakan ini melibatkan aktivis, tenaga medis, jurnalis, dan relawan sipil dari puluhan negara.

Menurut Associated Press, lebih dari 50 kapal dengan hampir 500 aktivis dari sekitar 45 negara ikut dalam misi terbaru ini. Mereka berangkat dari Turki dengan membawa bantuan kemanusiaan sekaligus menyerukan diakhirinya blokade terhadap Gaza.

Sebelumnya, armada Global Sumud juga beberapa kali dicegat oleh Israel di perairan internasional. Dalam operasi terdahulu, ratusan aktivis dilaporkan sempat ditahan dan dideportasi. Organisasi hak asasi manusia menilai tindakan tersebut melanggar hukum internasional dan membahayakan keselamatan sipil.

Meski menghadapi ancaman penahanan, para aktivis menegaskan mereka tidak akan menghentikan pelayaran. Bagi mereka, misi ini bukan sekadar pengiriman bantuan, tetapi simbol solidaritas global terhadap warga Palestina yang terus hidup di bawah blokade dan konflik berkepanjangan. (cky)

ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler