MEDITERANIA – Armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) kembali melanjutkan pelayaran menuju Jalur Gaza setelah sempat tertahan akibat cuaca buruk di perairan Laut Mediterania. Sebanyak 54 kapal kembali bergerak serempak dari kawasan Teluk Andrasa, Antalya, Turki, pada Ahad (17/5/2026), untuk meneruskan misi kemanusiaan menembus blokade Gaza.
Sebelumnya, gelombang tinggi dan angin kencang memaksa armada tersebut menghentikan perjalanan selama dua hari demi alasan keselamatan. Sejumlah kapal bahkan harus menjalani perbaikan teknis ringan, mulai dari mesin, layar kapal, hingga perangkat komunikasi yang terdampak cuaca ekstrem di laut terbuka.
Setelah kondisi cuaca membaik, seluruh peserta konvoi kembali mempersiapkan pelayaran dengan melakukan pemeriksaan teknis sejak dini hari sebelum akhirnya mengangkat jangkar secara bersamaan. Suasana hangat dan cuaca yang lebih bersahabat menjadi momentum bagi armada internasional tersebut untuk kembali bergerak menuju Gaza.
Misi Global Sumud Flotilla melibatkan ratusan relawan dari berbagai negara, termasuk dokter, aktivis kemanusiaan, jurnalis, dan pegiat hak asasi manusia. Mereka membawa bantuan berupa makanan, obat-obatan, susu formula bayi, air bersih, serta kebutuhan darurat lainnya bagi warga Gaza yang terdampak krisis kemanusiaan berkepanjangan.
Pelayaran ini juga dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan. Sebelumnya, sejumlah kapal dalam armada Global Sumud dilaporkan sempat mengalami penghadangan dan gangguan saat berupaya mendekati wilayah Gaza. Meski demikian, para peserta menegaskan komitmennya untuk tetap melanjutkan misi sipil tersebut sebagai bentuk solidaritas internasional terhadap rakyat Palestina.
Global Sumud Flotilla sendiri merupakan gerakan kemanusiaan internasional yang dibentuk untuk membuka akses bantuan ke Gaza sekaligus menyerukan diakhirinya blokade terhadap wilayah tersebut. Armada ini terdiri dari puluhan kapal sipil yang berlayar dari berbagai titik di kawasan Mediterania menuju pesisir Gaza. (cky)


