HomeBeritaSerangan Udara Israel di Gaza City Tewaskan Tujuh Warga Palestina, Dua di...

Serangan Udara Israel di Gaza City Tewaskan Tujuh Warga Palestina, Dua di Antaranya Perempuan

GAZA CITY — Serangan militer Israel di Kota Gaza menewaskan sedikitnya tujuh warga Palestina, termasuk dua perempuan, berdasarkan laporan otoritas kesehatan setempat pada Sabtu (6/6/2026) malam. Sejumlah korban lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Pejabat medis di lokasi menggambarkan kondisi pasca-serangan yang kacau. Tim penyelamat dan petugas medis menghadapi kesulitan dalam proses evakuasi akibat keterbatasan jumlah ambulans yang masih berfungsi serta kerusakan ruas jalan di sekitar lokasi. Beberapa korban terpaksa diangkut menggunakan kendaraan pribadi warga ke fasilitas kesehatan terdekat.

Hingga laporan ini disusun, militer Israel belum memberikan keterangan resmi terkait sasaran spesifik dalam operasi tersebut. Pola serangan dengan dalih menyasar individu tertentu di kawasan permukiman padat penduduk telah menjadi modus yang berulang sejak gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat diberlakukan pada 10 Oktober 2025.

Identifikasi Korban Masih Berlangsung

Proses identifikasi korban hingga Minggu (7/6) pagi masih berlangsung. Petugas Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan dua perempuan yang menjadi korban diduga merupakan ibu rumah tangga yang berada di dalam bangunan saat serangan terjadi. Lima korban lainnya, termasuk laki-laki dewasa, juga masih dalam tahap identifikasi.

Saksi mata di lokasi menyatakan serangan terjadi tanpa peringatan awal. Suara ledakan terdengar di beberapa kawasan sekitar dan menyebabkan kepanikan di antara warga yang sebagian besar masih tinggal di tempat penampungan darurat akibat kerusakan rumah mereka.

Bagian dari Pola Berulang

Serangan Sabtu malam ini menjadi insiden terbaru dalam rangkaian serangan yang nyaris terjadi setiap hari di Jalur Gaza selama tujuh bulan terakhir. Sejak gencatan senjata Oktober 2025 mulai berlaku, sedikitnya 880 warga Palestina telah tewas akibat serangan Israel yang berlanjut, berdasarkan data Kementerian Kesehatan Gaza. Total korban tewas sejak Oktober 2023 kini mencapai sekitar 72.797 jiwa.

Kantor Hak Asasi Manusia PBB (OHCHR) pekan lalu mengeluarkan peringatan bahwa pola serangan Israel yang terus berlanjut selama masa gencatan senjata berpotensi tergolong sebagai pelanggaran hukum humaniter internasional.

Pemerintah Palestina dan sejumlah negara mediator gencatan senjata, termasuk Mesir dan Qatar, telah berulang kali mengeluarkan kecaman atas pelanggaran-pelanggaran tersebut. Namun di lapangan, intensitas serangan tetap berlangsung tanpa penurunan yang berarti.

ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler