HomeBeritaDua Warga Palestina Gugur Ditembak Pasukan Israel di Tepi Barat

Dua Warga Palestina Gugur Ditembak Pasukan Israel di Tepi Barat

NABLUS – Pasukan Israel menembak hingga gugur dua pria Palestina di Tepi Barat yang diduduki setelah mereka berupaya memadamkan kebakaran di lahan pertanian Palestina yang dibakar oleh pemukim ilegal Yahudi, Kamis (23/7) menurut laporan setempat,

Pejabat Palestina mengatakan kepada kantor berita Palestina, Wafa, pasukan Israel di wilayah tersebut melepaskan tembakan dan melukai empat warga Palestina di Kota Beit Furik, sebelah timur Nablus. Belum jelas apakah tembakan tersebut dilepaskan oleh pemukim ilegal Yahudi atau pasukan penjajah Israel.

Dua dari para korban kemudian meninggal dunia akibat luka-lukanya, Israel masih menahan jenazah keduanya. Yousef Hanani, Wali Kota Beit Furik, mengatakan warga berusaha memadamkan kobaran api di lahan pertanian sekitar ketika mereka diserang oleh tentara dan pemukim ilegal Israel.

Israel mengklaim sekelompok warga Palestina membakar lahan pertanian tersebut dan menyerang sekelompok pemukim dari pos permukiman Derech Avraham, yang berada di dekat permukiman ilegal Elon Moreh.

Menurut laporan militer Israel, seorang pria Israel mengalami luka tusuk dalam insiden tersebut dan langsung dibawa ke rumah sakit. Namun, sumber keamanan dan politik setempat menegaskan warga Palestina sedang berusaha memadamkan kebakaran yang dipicu oleh pemukim ilegal Israel ketika mereka diserang, lapor Wafa.

Hanani mengatakan pasukan Israel menutup seluruh akses masuk menuju Beit Furik dan mengerahkan sejumlah besar tentara serta pemukim Israel ke wilayah sekitar. Penutupan tersebut membuat puluhan warga Palestina terjebak di dalam kota.

Hanani juga mengatakan pasukan Israel memaksa satu keluarga mengosongkan rumah mereka yang berada di dekat lokasi kejadian setelah lebih dahulu menyerang pemilik rumah tersebut. Kebakaran itu merusak tiang-tiang listrik, sementara para pemukim Israel juga membakar dua kendaraan milik warga Palestina setempat.

Bulan Sabit Merah Palestina sebelumnya melaporkan pada Kamis bahwa tim medis mereka menangani dua pria berusia 40 dan 43 tahun yang mengalami luka tembak di bagian perut dan telah membawa keduanya ke rumah sakit. Organisasi tersebut tidak menyebutkan apakah kedua pria itu adalah korban yang kemudian meninggal akibat luka-lukanya.

Pada Kamis malam, seorang pria Palestina ketiga ditembak hingga gugur oleh pasukan Israel di permukiman ilegal Israel Ganim. Militer Israel mengklaim pria tersebut menikam seorang tentara di bagian kaki sebelum akhirnya ditembak mati.

Kekerasan di Tepi Barat yang diduduki meningkat sejak Israel melancarkan perang genosidanya di Gaza, ditandai dengan seringnya penggerebekan militer Israel serta meningkatnya aktivitas pemukim Iilegal Yahudi yang kerap lakukan vandalisme, terorisme dan brutalisme.

Peristiwa ini terjadi ketika ribuan pemukim Israel dan kelompok sayap kanan melakukan penyerbuan ke kompleks Masjid Al-Aqsa di Al-Quds Timur yang diduduki pada Kamis.

Rombongan yang memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa terdiri atas anggota Knesset, termasuk Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Itamar Ben-Gvir, para rabi, serta para pemimpin organisasi ekstremis yang dikenal sebagai “Temple organisation”.

Gerombollan ini melakukan ritual keagamaan Yahudi di kompleks suci umat Islam tersebut, sebuah tindakan yang dipandang sangat provokatif mengingat status Masjid Al-Aqsa sebagai situs tersuci ketiga milik umat Islam.

ARTIKEL TERKAIT

Terkini