GAZA – Sedikitnya 12 warga Palestina, termasuk enam anggota dari satu keluarga, syahid dalam tiga serangan terpisah Israel di Jalur Gaza, menurut petugas medis setempat, Kamis (23/7).
Rekaman video memperlihatkan apartemen keluarga terbakar pada malam hari di lingkungan al-Sabra, bagian barat Kota Gaza akibat serangan udara Israel.
Saudara laki-laki Firas al-Masri mengatakan kepada BBC, Firas syahid bersama istrinya, Salsabeel serta tiga putri dan seorang putra mereka, yakni Faryal, Salma, Amira, dan Naim.
Pada Selasa sore, empat orang lainnya gugur dalam serangan udara Israel yang menghantam sebuah rumah di kawasan al-Samar, pusat Kota Gaza, menurut laporan media Palestina, mengutip petugas medis.
Dua orang lainnya syahid dalam serangan pesawat nirawak Israel yang menghantam sebuah kendaraan di kawasan al-Zahra, selatan Kota Gaza, tambah mereka.
Militer Israel belum memberikan komentar mengenai serangan-serangan tersebut.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sedikitnya 1.168 warga Palestina telah gugur dalam serangan Israel sejak gencatan senjata pada Oktober tahun lalu.
Kantor Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa mengecam meningkatnya intensitas serangan militer Israel di Gaza dalam beberapa waktu terakhir.
Antara 13 hingga 20 Juli, sedikitnya 57 warga Palestina, termasuk enam anak-anak dan delapan perempuan, menjadi syuhada akibat serangan Israel sengaja target bangunan tempat tinggal, kamp tenda pengungsi, dan kawasan padat penduduk lainnya, kata juru bicara Thameen Al-Kheetan.
Ia menambahkan, 34 dari korban tersebut dibunuh setelah menginjalb Yellow Line (Garis Kuning) yang menandai wilayah di Gaza yang dikuasai pasukan penjajahIsrael.
“Sembilan bulan setelah pengumuman gencatan senjata, hingga kini tidak ada satu pun tempat yang aman bagi warga Palestina di Gaza,” kata Al-Kheetan.
Ia juga memperingatkan, pembunuhan terhadap warga sipil “menimbulkan kekhawatiran atas berlanjutnya pelanggaran hukum humaniter internasional, kejahatan perang, dan kemungkinan kejahatan berat lainnya di Gaza.”
Genosida Israel di Gaza menurut Kementerian Kesehatan wilayah tersebut telah menewaskan lebih dari 73.290 orang dan 200 ribu lebih lainnya alami luka-luka.


