HomeBeritaMiliter Israel Kembali Lancarkan Operasi di Suriah Selatan, Ketegangan Perbatasan Meningkat

Militer Israel Kembali Lancarkan Operasi di Suriah Selatan, Ketegangan Perbatasan Meningkat

DAMASKUS – Militer Israel kembali melancarkan operasi di wilayah selatan Suriah pada Selasa (4/8/2026) kemarin malam waktu setempat, menandai meningkatnya ketegangan di kawasan perbatasan yang dalam beberapa pekan terakhir kerap diwarnai aktivitas militer lintas batas.

Menurut laporan media pemerintah Suriah, pasukan Israel memasuki sejumlah wilayah di Provinsi Daraa dan Quneitra. Dalam operasi tersebut, tentara Israel dilaporkan melakukan penggeledahan terhadap rumah-rumah warga di Daraa, sementara di Quneitra mereka mendirikan pos pemeriksaan sementara untuk memeriksa kendaraan dan aktivitas masyarakat yang melintas.

Hingga laporan itu diterbitkan, belum ada informasi mengenai korban jiwa maupun bentrokan bersenjata dalam operasi tersebut. Otoritas Suriah menyebut pasukan Israel kemudian menarik diri setelah menyelesaikan rangkaian operasi di lokasi yang menjadi sasaran.

Rangkaian operasi ini menambah daftar aktivitas militer Israel di Suriah selatan dalam beberapa waktu terakhir. Sebelumnya, sejumlah laporan juga menyebut adanya penggerebekan terhadap permukiman warga serta penahanan seorang warga sipil di wilayah yang sama.

Wilayah Daraa dan Quneitra selama ini menjadi kawasan yang sensitif karena berbatasan dengan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel. Israel berulang kali menyatakan bahwa operasi militernya bertujuan mencegah ancaman keamanan di sepanjang perbatasan, khususnya yang dikaitkan dengan kelompok-kelompok bersenjata yang didukung Iran maupun aktivitas militer lainnya di wilayah Suriah.

Di sisi lain, pemerintah Suriah secara konsisten mengecam setiap operasi militer Israel di wilayahnya sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara. Damaskus juga menyerukan perhatian masyarakat internasional terhadap meningkatnya aktivitas militer di kawasan perbatasan yang dinilai berpotensi memperburuk stabilitas regional.

Perkembangan terbaru ini terjadi di tengah situasi keamanan Timur Tengah yang masih bergejolak. Sejumlah negara dan organisasi internasional terus mendorong semua pihak menahan diri serta mengedepankan penyelesaian melalui jalur diplomasi guna mencegah meluasnya konflik di kawasan. (cky)

ARTIKEL TERKAIT

Terkini