HomeBeritaMenteri Israel Serukan Perang Gaza Kembali, Tolak Rencana Trump

Menteri Israel Serukan Perang Gaza Kembali, Tolak Rencana Trump

GAZA MEDIA – Para menteri Israel menyerukan dimulainya kembali serangan militer di Jalur Gaza serta penolakan terhadap peta jalan pelaksanaan tahap kedua rencana gencatan senjata yang diusulkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, media Israel melaporkan pada Jumat (7/8) dilansir Anadolu.

Seruan tersebut disampaikan dalam rapat Kabinet Keamanan Israel yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Kamis malam untuk membahas peta jalan pelaksanaan tahap kedua rencana tersebut, menurut surat kabar Israel Hayom.

Sejak perjanjian gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, Israel terus melanggar kesepakatan tersebut melalui serangan setiap hari ke Gaza, yang menewaskan 1.252 warga Palestina dan melukai 4.120 lainnya, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Jumat lalu, Dewan Perdamaian yang dipimpin Trump mengumumkan bahwa Hamas telah menyetujui peta jalan tersebut, sementara Israel masih mempertimbangkan sikapnya.

Menteri Ze’ev Elkin, Bezalel Smotrich, Orit Strock, dan Avi Dichter dalam rapat Kabinet Keamanan menyerukan agar operasi militer di Gaza kembali dilanjutkan, menurut Israel Hayom.

“Jika Israel tidak melancarkan operasi ofensif selama dua pekan, itu berarti Israel telah menerima rencana tersebut,” kata Elkin. Ia menyerukan penolakan resmi terhadap ketentuan-ketentuan dalam peta jalan tersebut.

Smotrich, Strock, dan Dichter meminta Netanyahu mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan penolakan Israel terhadap pelaksanaan tahap kedua rencana tersebut, menurut laporan itu.

“Anda pandai bermanuver, tetapi setelah dokumen resmi diterbitkan, kita harus mendelegitimasinya. Kita tidak bisa terus bermanuver,” kata Smotrich kepada Netanyahu.

“Hamas tidak boleh tetap ada. Hamas harus dihapuskan,” tambahnya.

Jumat lalu, Dewan Perdamaian merilis rancangan kesepakatan yang menguraikan prinsip-prinsip dan mekanisme pelaksanaan untuk tahap berikutnya dari rencana Trump terkait Gaza. Dokumen tersebut mencakup pengaturan keamanan, administratif, dan transisi untuk wilayah kantong tersebut, serta usulan jalur politik.

Saat ini, militer Israel menguasai sekitar 70 persen wilayah Jalur Gaza setelah perang yang disebut sebagai genosida tersebut menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 lainnya sejak Oktober 2023, menurut data Palestina. (ofr)

ARTIKEL TERKAIT

Terkini