HomeBeritaPBB Soroti Serangan Israel di Gaza yang Tewaskan Warga Sipil

PBB Soroti Serangan Israel di Gaza yang Tewaskan Warga Sipil

GAZA — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyampaikan keprihatinan mendalam atas serangkaian serangan militer Israel yang menghantam kawasan padat penduduk di Jalur Gaza dan terus menimbulkan korban jiwa serta luka-luka di kalangan warga sipil.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyatakan serangan masih terjadi di berbagai wilayah Gaza, sementara masyarakat sipil tetap berada dalam kondisi sangat rentan.

“Kami kembali menegaskan bahwa warga sipil dan infrastruktur sipil, termasuk pekerja kemanusiaan beserta bantuan dan properti mereka, harus selalu dilindungi,” kata Wakil Juru Bicara PBB, Farhan Haq, dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (14/9/2026) kemarin.

Menurut laporan yang disampaikan Haq dengan mengutip data UNICEF, sedikitnya sembilan anak tewas atau meninggal akibat luka-luka sepanjang pekan terakhir.

Di antara korban terdapat dua saudara perempuan berusia 6 dan 12 tahun. Empat anak lainnya yang menjadi korban dilaporkan berusia antara 3 hingga 14 tahun. Selain itu, seorang perempuan hamil bersama janin yang dikandungnya juga dilaporkan tewas dalam serangan. Sedikitnya 13 anak lainnya mengalami luka-luka.

Serangan Terus Terjadi di Berbagai Wilayah Gaza

PBB mengatakan serangan terus berlangsung di sejumlah wilayah Jalur Gaza, khususnya di kawasan sebelah barat yang disebut sebagai “Garis Kuning” (Yellow Line).

Haq mengatakan laporan dari mitra keamanan PBB menunjukkan adanya serangan berupa serangan udara, tembakan artileri, tembakan dari laut, serta tembakan senjata api selama akhir pekan.

Situasi tersebut semakin memperbesar kekhawatiran terhadap keselamatan warga sipil yang masih bertahan di tengah kehancuran dan keterbatasan akses bantuan kemanusiaan.

OCHA kembali menegaskan bahwa seluruh pihak berkewajiban melindungi warga sipil serta fasilitas sipil sesuai dengan hukum humaniter internasional. PBB juga sebelumnya telah memperingatkan bahwa serangan terhadap kawasan padat penduduk terus menimbulkan risiko besar terhadap kehidupan warga Gaza.

Menurut angka yang dikutip Middle East Monitor dari Kementerian Kesehatan Gaza, pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata sejak 10 Oktober telah menyebabkan 1.372 warga Palestina tewas dan 4.659 lainnya terluka hingga Senin (14/9/2026).

Sementara itu, sejak dimulainya perang pada Oktober 2023, lebih dari 73.000 warga Palestina dilaporkan tewas dan lebih dari 174.000 lainnya terluka, menurut data yang dikutip dalam laporan tersebut.

PBB sebelumnya juga telah berulang kali memperingatkan bahwa warga sipil Gaza tetap menghadapi ancaman serius meski terdapat periode gencatan senjata. Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) pada awal September menyatakan bahwa dalam lima hari antara 28 Agustus hingga 1 September, sedikitnya 24 warga Palestina dilaporkan tewas dalam serangan Israel, termasuk empat anak dan seorang perempuan.

PBB: Warga Sipil Harus Dilindungi

PBB menegaskan bahwa keberadaan warga sipil di wilayah konflik tidak menghilangkan hak mereka atas perlindungan berdasarkan hukum humaniter internasional.

Serangan terhadap kawasan sipil, fasilitas kesehatan, infrastruktur kemanusiaan maupun objek sipil lainnya terus menjadi perhatian lembaga-lembaga PBB yang bekerja di Gaza.

Di tengah kondisi tersebut, organisasi kemanusiaan juga menghadapi berbagai kendala dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. OCHA sebelumnya melaporkan bahwa sebagian besar penduduk Gaza masih mengungsi dan kebutuhan kemanusiaan tetap sangat besar.

PBB kembali menyerukan agar keselamatan warga sipil menjadi prioritas dan semua pihak mematuhi kewajiban berdasarkan hukum internasional.

Bagi warga Gaza, pernyataan tersebut datang di tengah situasi kemanusiaan yang masih jauh dari kata aman, ketika serangan dan kekerasan terus mengancam kehidupan masyarakat, termasuk anak-anak dan kelompok rentan. (cky)

Ahmad Tasori
Ahmad Tasori
Aktif sebagai koresponden jurnalis iNews dan bagian dari jaringan MNC Group yang memiliki pengalaman dalam peliputan berbagai isu nasional, keagamaan, dan internasional. Berpengalaman meliput penyelenggaraan ibadah haji di Makkah serta isu Palestina dan Gaza. Pada 2025, pernah melaporkan langsung dari Tunis, Tunisia, mengenai misi Global Freedom Flotilla menuju Gaza.
ARTIKEL TERKAIT

Terkini