GAZA CITY — Serangan udara dan tembakan pasukan Israel menewaskan sedikitnya empat warga Palestina di sejumlah lokasi di Jalur Gaza pada Selasa (20/10/2026), termasuk sepasang suami-istri di Kota Gaza dan seorang remaja berusia 17 tahun di Khan Younis, kata pejabat kesehatan setempat. Militer Israel menyatakan serangan di Kota Gaza menyasar seorang militan. Insiden ini terjadi lebih dari setahun setelah gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025.
Tim medis menyebut serangan udara menewaskan Akram Yassin dan istrinya, Dina Abu Baker, di sebuah apartemen di Kota Gaza. Di Khan Younis, Gaza selatan, seorang remaja 17 tahun tewas ditembak di dekat permukiman Qizan an-Najjar. Satu orang lain tewas oleh tembakan Israel di kawasan Zeitoun, timur Kota Gaza.
Koresponden Al Jazeera, Tareq Abu Azzoum, melaporkan dari Deir el-Balah bahwa serangan meningkat sepanjang malam hingga Selasa dini hari. Menurut dia, apartemen di Kota Gaza dihantam tanpa peringatan, dan jet tempur serta drone Israel aktif di wilayah tengah Gaza.
Pernyataan Militer Israel dan Perbedaan Angka Korban
Reuters melaporkan bahwa militer Israel mengaku menyerang seorang militan di area tersebut tanpa memberikan rincian. Militer belum segera berkomentar soal dua insiden penembakan lainnya.
Kantor berita AFP kemudian melaporkan bahwa militer Israel menyebut Akram Bassam Shaaban Yassin sebagai pejabat senior di aparat keamanan umum Hamas di Gaza.
Jumlah korban berbeda antarlaporan. Satu versi laporan Reuters menyebut sedikitnya empat orang tewas pada Selasa, sedangkan versi lain menyebut sedikitnya lima. AFP, mengutip pertahanan sipil Gaza dan sejumlah rumah sakit, melaporkan tujuh orang tewas, termasuk dua orang di Al-Zawaida dan Wadi Gaza di Gaza tengah. Pertahanan sipil beroperasi di bawah otoritas Hamas, dan militer Israel mengatakan kepada AFP bahwa pihaknya masih memverifikasi laporan lain.
Mahmoud Yassin, yang saudaranya tewas, mengatakan kepada Reuters bahwa “perang masih berlangsung”. Ia mengaku tidak merasakan adanya gencatan senjata, dan menyebut pembunuhan terarah serta penembakan terus terjadi.
Korban Sejak Gencatan Senjata
Otoritas kesehatan Gaza, seperti dikutip Al Jazeera, mencatat sedikitnya 74.480 orang tewas dan 175.539 terluka sejak Oktober 2023. Kementerian Kesehatan Gaza berada di bawah otoritas Hamas, dan menurut laporan kantor berita, total korbannya tidak membedakan warga sipil dan kombatan.
Reuters melaporkan bahwa pejabat kesehatan Gaza menyebut sedikitnya 1.500 warga Palestina tewas oleh tembakan Israel sejak gencatan senjata berlaku. Dalam laporan yang sama, Israel menyatakan empat tentaranya tewas oleh militan di Gaza pada periode itu.
Kondisi Kemanusiaan
Pada 9 Oktober, lebih dari 100 organisasi kemanusiaan dan hak asasi manusia, termasuk Amnesty International, Oxfam, dan Norwegian Refugee Council, menyatakan gencatan senjata hanya ada di atas kertas. Mereka menyoroti pembatasan masuknya bantuan, peralatan, dan material pembangunan kembali.
PBB memperkirakan sekitar 82 persen bangunan di Gaza rusak. UN News dalam laporan terbarunya menyebut musim hujan telah mulai, sehingga ratusan ribu pengungsi menghadapi risiko banjir di kamp padat dan tempat tinggal darurat.


