HomeBeritaTimur TengahTimur Tengah Memanas, Houthi Anggap Dukungan Mesir untuk Arab Saudi Deklarasi Perang

Timur Tengah Memanas, Houthi Anggap Dukungan Mesir untuk Arab Saudi Deklarasi Perang

Sana'a - Kelompok Houthi di Yaman mengecam keputusan parlemen Mesir yang memberikan dukungan militer kepada Arab Saudi untuk menghadapi serangan kelompok tersebut.

Sana’a – Kelompok Houthi di Yaman mengecam keputusan parlemen Mesir yang memberikan dukungan militer kepada Arab Saudi untuk menghadapi serangan kelompok tersebut.

Anggota biro politik Houthi, Mohammed Ali al-Houthi, pada Selasa (27/10) menyebut langkah Mesir sebagai deklarasi perang terhadap Yaman.

Pernyataan itu disampaikan menyusul pertemuan sejumlah pejabat pertahanan Arab Saudi, Pakistan, dan Turkiye dengan para pemimpin Iran di Teheran, Senin (26/10).

Pertemuan tersebut bertujuan meredakan ketegangan di Timur Tengah yang meningkat akibat konflik di kawasan.

“Sungguh luar biasa, di saat mereka membahas apa yang disebut sebagai ‘perdamaian di kawasan’, Mesir dan parlemennya justru menyatakan dukungan untuk apa yang mereka sebut sebagai pertahanan Kerajaan Arab Saudi.

Dengan melakukan itu, mereka sebenarnya telah menyatakan perang terhadap Republik Yaman,” ujar Al-Houthi melalui Telegram,

Houthi kecam Pakta Pertahanan Arab Saudi, Pakistan, dan Turkiye Kecaman Al-Houthi juga ditujukan kepada pakta pertahanan yang baru-baru ini ditandatangani Arab Saudi, Pakistan, dan Turkiye di Mekkah.

Perjanjian pertahanan yang disebut menyerupai NATO itu menetapkan bahwa serangan terhadap salah satu negara anggota akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya.

Al-Houthi menilai pembentukan aliansi tersebut sebagai tindakan agresi yang jelas dan terang-terangan terhadap Republik Islam Iran.

Ia juga menegaskan bahwa kelompok Houthi tidak takut dengan aliansi apa pun yang mungkin dibentuk. Meski demikian, Pakistan dan Turkiye belum mengumumkan tindakan militer terhadap Houthi sejak kelompok tersebut meningkatkan serangannya ke Arab Saudi pada awal Oktober 2026.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Arab Saudi Khalid bin Salman, Kepala Angkatan Darat Pakistan Jenderal Asim Munir, dan Kepala Intelijen Turkiye Ibrahim Kalin menghadiri perundingan di Teheran pada Senin.

Ketiganya bertemu dengan Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei untuk membahas upaya meredakan ketegangan di kawasan. Delegasi tersebut juga mengadakan pertemuan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

 

ARTIKEL TERKAIT

Terkini