HomeBeritaBREAKING NEWS - Operasi Khusus Israel di Gaza Gagal, Sumber Palestina Sebut...

BREAKING NEWS – Operasi Khusus Israel di Gaza Gagal, Sumber Palestina Sebut Pejabat Keamanan Lolos dari Upaya Pembunuhan

GAZA — Operasi khusus yang diduga dilakukan pasukan Israel di wilayah barat Kota Gaza dilaporkan gagal setelah keberadaan pasukan khusus tersebut terungkap saat menjalankan misi. Seorang sumber keamanan Palestina kepada Al Jazeera pada Selasa (1/5) siang waktu setempat menyebut seorang pejabat keamanan Palestina berhasil selamat dari upaya pembunuhan dalam operasi tersebut.

Menurut sumber tersebut, pasukan khusus Israel beroperasi di kawasan Al-Katiba, sebelah barat Kota Gaza. Setelah keberadaan mereka diketahui, pasukan Israel dilaporkan mengerahkan dukungan udara dengan 10 jet tempur untuk membantu proses penarikan pasukan dari lokasi. Sumber Palestina menyebut pasukan khusus tersebut kemudian meninggalkan kawasan menggunakan kendaraan dengan perlindungan udara dan tembakan dari pasukan Israel.

 

Direktur Kantor Media Pemerintah Gaza, Ismail Al-Thawabta, mengatakan pasukan khusus Israel berusaha menjalankan misi keamanan di Kota Gaza. Namun, operasi tersebut terbongkar sehingga militer Israel mengerahkan lebih dari 10 pesawat tempur untuk melancarkan serangkaian serangan udara intensif di sekitar lokasi.

Serangan udara tersebut dilaporkan menimbulkan korban di kalangan warga Palestina. Al Jazeera melaporkan sedikitnya empat warga Palestina, termasuk tiga anak dan seorang perempuan syahid, sementara sejumlah lainnya terluka dalam serangan di kawasan Al-Katiba dan Al-Ansar.

 

Sementara itu, laporan lain menyebut pasukan khusus Israel diduga berusaha menargetkan seorang tokoh yang terkait dengan aparat keamanan Palestina. Quds Press melaporkan operasi tersebut berlangsung di sekitar Al-Katiba hingga wilayah dekat pantai Kota Gaza dan disertai serangan udara untuk memberikan perlindungan kepada pasukan yang melakukan penarikan diri.

Di sisi lain, versi Israel berbeda. Militer Israel menyatakan serangan tersebut dilakukan terhadap sejumlah target di Gaza yang disebut sebagai ancaman terhadap pasukan keamanan mereka. Israel juga menyatakan tidak ada korban di pihak pasukannya. Namun, laporan mengenai kegagalan operasi khusus tersebut belum sepenuhnya dapat diverifikasi secara independen.

Rencana Pembunuhan 80 Warga Badui di Gaza Utara

Dalam perkembangan lain, kelompok keamanan Palestina Rad’ juga mengeluarkan pernyataan mengenai dugaan rencana pembunuhan terhadap sekitar 80 warga Badui, termasuk perempuan dan anak-anak, yang berada di Sekolah Al-Syuqairi di kawasan yang disebut sebagai zona kuning di utara Jalur Gaza.

Menurut pernyataan tersebut, informasi awal diperoleh dari sejumlah anggota kelompok bersenjata yang didukung oleh Israel mengklaim punya rencana serius untuk menyerang warga Badui yang berada di sekolah tersebut.

Pernyataan itu juga menyebut adanya ketegangan antara kelompok bersenjata yang didukung Israel dengan warga Badui yang kemudian berkembang menjadi bentrokan bersenjata. Kelompok Rad’ mengeklaim bentrokan baru berhenti setelah adanya intervensi pasukan Israel.

Informasi mengenai dugaan rencana tersebut berasal dari pernyataan pihak Palestina dan belum dapat diverifikasi secara independen. Laporan serupa juga diterbitkan sejumlah media Palestina pada 31 Agustus 2026. (ofr)

Sumber berita: Al Jazeera, dengan keterangan tambahan dari Quds Press, Kantor Media Pemerintah Gaza, serta laporan media Palestina mengenai perkembangan di Gaza.

ARTIKEL TERKAIT

Terkini