HEBRON — Dua remaja Palestina tewas ditembak pasukan Israel di kota Beit Ummar, sebelah utara Hebron di Tepi Barat selatan yang diduduki, pada Senin (22/6) dini hari. Penembakan terjadi di dekat permukiman Israel Karmei Tzur, yang dibangun di atas tanah milik warga Beit Ummar, di tengah eskalasi operasi militer Israel di kawasan Hebron dan Tepi Barat secara keseluruhan.
Kementerian Kesehatan Palestina mengidentifikasi kedua korban tewas sebagai Reda Sami Hassan Awad yang berusia 15 tahun dan Issa Arafat Ismail Awad yang berusia 19 tahun, keduanya warga Beit Ummar. Dua warga lain mengalami luka tembak dan dibawa ke rumah sakit dalam kondisi stabil. Menurut Bulan Sabit Merah Palestina, salah satu korban luka berusia 15 tahun.
Dua Versi Insiden
Sumber lokal yang dikutip kantor berita WAFA menyatakan pasukan Israel menembaki sekelompok pemuda Palestina, lalu meninggalkan kedua korban dalam kondisi berdarah selama waktu yang lama sebelum menahan jenazah mereka. Kru ambulans dan warga dilaporkan dicegah mendekati lokasi.
Militer Israel memberikan keterangan berbeda. Pihak militer menyatakan pasukannya melepaskan tembakan terhadap tiga orang yang disebut melempar bom molotov dan membakar ban di dekat permukiman Karmei Tzur. “Satu dari tiga orang terluka dan dua tewas,” demikian pernyataan militer, yang menambahkan orang ketiga dirawat di rumah sakit dalam kondisi stabil. Kantor berita Reuters menyatakan tidak dapat memverifikasi secara independen keterangan militer Israel tersebut.
Setelah penembakan, pasukan Israel dilaporkan menahan jenazah kedua korban dan melakukan operasi pencarian militer secara luas di kawasan itu. Penahanan jenazah warga Palestina yang tewas merupakan praktik yang berulang dilakukan otoritas Israel.
Eskalasi di Tepi Barat
Kota Beit Ummar mengalami peningkatan operasi dan razia militer dalam beberapa waktu terakhir. Menurut laporan setempat, pasukan Israel telah melakukan sejumlah penyerbuan ke berbagai lingkungan di Hebron dalam beberapa bulan terakhir, memberlakukan jam malam selama berhari-hari, memblokir akses warga ke mata pencaharian, serta mengerahkan kendaraan militer dan buldoser untuk menutup pintu masuk lingkungan permukiman.
Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan penembakan terbaru ini membawa jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Tepi Barat menjadi 70 orang sejak awal 2026, termasuk 17 anak, lima perempuan, dan dua lansia. Insiden ini terjadi di tengah eskalasi operasi militer Israel dan kekerasan pemukim yang berlangsung bersamaan dengan perang di Gaza, Lebanon, dan Iran.
Sebagian besar negara dan badan-badan PBB menganggap permukiman Israel di wilayah pendudukan ilegal menurut hukum internasional dan menjadi penghambat utama bagi pendirian negara Palestina. Israel membantah pandangan tersebut. Sehari sebelumnya, pada Sabtu (21/6), seorang anak berusia 15 tahun juga dilaporkan terluka akibat tembakan pemukim Israel di Beit Ummar. (IW)

