HomeBeritaTurki, Mesir, dan Qatar Kecam Pelanggaran Israel di Gaza, Desak Gencatan Senjata...

Turki, Mesir, dan Qatar Kecam Pelanggaran Israel di Gaza, Desak Gencatan Senjata Dipatuhi

ISTANBUL – Turki, Mesir, dan Qatar pada Senin (3/8) mengecam keras pelanggaran yang terus dilakukan Israel di Jalur Gaza. Ketiga negara menyatakan Israel langgar hukum internasional setelah mentarget fasilitas kesehatan dan infrastruktur medis, yang menyebabkan jatuhnya korban sipil.

Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh tiga negara mediator tersebut, Kementerian Luar Negeri Turki menyebut serangan-serangan yang menewaskan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional.”

Ketiga mediator mendesak Israel mematuhi kewajibannya berdasarkan hukum internasional dan menjalankan komitmen dalam perjanjian gencatan senjata. Mereka menegaskan pelanggaran yang terus berlanjut menghambat upaya pelaksanaan fase kedua gencatan senjata.

Pelanggaran tersebut terjadi meskipun Hamas dan faksi-faksi Palestina lainnya sepakat menerima draft perjanjian, terutama ketentuan mengenai pembatasan kepemilikan senjata. Menurut ketiga negara, tindakan Israel mengancam upaya deeskalasi sekaligus memperburuk kondisi kemanusiaan di Gaza.

Turki, Mesir, dan Qatar kembali menyerukan perlindungan penuh bagi warga sipil, fasilitas kesehatan, serta para pekerja kemanusiaan. Mereka juga menuntut agar bantuan kemanusiaan dan pasokan medis dapat disalurkan ke seluruh wilayah Jalur Gaza tanpa hambatan.

Selain itu, ketiga negara mendesak masyarakat internasional untuk memberikan tekanan kepada Israel agar memenuhi kewajibannya berdasarkan hukum internasional dan perjanjian gencatan senjata, “dengan cara yang memastikan penyelesaian rencana perdamaian Presiden Trump.”

Para mediator juga mencatat  Presiden Trump telah menyebut tercapainya kesepakatan mengenai peta jalan fase kedua sebagai “kesepakatan bersejarah.” Mereka menekankan pentingnya mencegah segala tindakan yang dapat menggagalkan upaya menuju deeskalasi yang berkelanjutan, gencatan senjata permanen, serta mengakhiri penderitaan kemanusiaan di Gaza.

ARTIKEL TERKAIT

Terkini