KHAN YOUNIS — Serangan udara Israel menewaskan sedikitnya enam warga Palestina dan melukai lebih dari 20 orang di Jalur Gaza pada Senin (6/7), menurut sumber-sumber medis setempat. Serangan berlangsung di beberapa titik sekaligus — dari jalanan Khan Younis di selatan hingga permukiman warga di Gaza City — menambah daftar panjang korban di masa gencatan senjata yang seharusnya menghentikan kekerasan.
Tiga Lokasi, Enam Korban Tewas
Sedikitnya dua orang tewas akibat serangan drone Israel terhadap sebuah kendaraan di Jalan al-Rashid, Khan Younis. Secara terpisah, dua warga lain tewas dalam serangan terhadap sebuah tenda pengungsian di kawasan al-Mawasi, dekat Khan Younis.
Di Gaza City, sepasang suami istri tewas dalam serangan drone Israel terhadap sebuah apartemen, berdasarkan keterangan sumber dari Rumah Sakit al-Shifa.
Selain korban jiwa, tiga nelayan Palestina turut terluka akibat tembakan drone Israel di lepas pantai Gaza City, menurut Serikat Komite Nelayan.
Pelanggaran Gencatan Senjata Terus Bertambah
Serangkaian serangan hari ini terjadi meski Israel dan Hamas telah menyepakati gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat sejak Oktober tahun lalu. Meski pertempuran berskala besar sebagian besar telah mereda, serangan Israel terhadap warga Palestina di wilayah itu terus berlanjut.
Kementerian Kesehatan Gaza mencatat pelanggaran gencatan senjata oleh militer Israel telah menewaskan sedikitnya 1.072 orang dan melukai 3.463 lainnya sejak gencatan senjata mulai berlaku.
Dengan enam korban tewas hari ini, angka tersebut kini bertambah menjadi setidaknya 1.078 jiwa yang tewas sejak Oktober 2025 — di tengah gencatan senjata yang masih berlaku secara formal.
Warga Sipil di antara Sasaran
Pola serangan hari ini mencerminkan tren yang berulang dalam beberapa bulan terakhir: kendaraan di jalan raya, tenda pengungsian, dan hunian warga menjadi lokasi serangan. Tenda di al-Mawasi yang menjadi sasaran merupakan kawasan yang selama ini disebut sebagai “zona kemanusiaan” oleh pihak Israel — sebuah area di pesisir selatan yang dijejali jutaan warga terusir dari berbagai penjuru Gaza.
Militer Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait serangan-serangan hari ini pada saat berita ini diturunkan.
Sementara itu, Dewan Keamanan PBB dijadwalkan menggelar debat terbuka kuartalan soal situasi Palestina pada Juli ini, dengan Nickolay Mladenov dari Board of Peace sebagai salah satu pembahas utama. Pertemuan itu akan berlangsung delapan bulan setelah Resolusi DK PBB 2803 diadopsi — sementara langkah-langkah yang dicanangkan dalam resolusi tersebut, mulai dari pelucutan senjata Hamas, pengiriman pasukan stabilisasi, hingga penarikan bertahap pasukan Israel, semuanya belum berjalan.

