HomeBeritaTimur TengahIran Puji China Berani Lawan Ancaman Sanksi AS

Iran Puji China Berani Lawan Ancaman Sanksi AS

Teheran, Pemerintah Iran memuji China karena berani melawan ancaman sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap negara-negara yang terus berdagang dengan Teheran.

Teheran, Pemerintah Iran memuji China karena berani melawan ancaman sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap negara-negara yang terus berdagang dengan Teheran.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan, bahwa kemitraan strategis Teheran dengan Beijing tidak memerlukan izin siapa pun.

Ghalibaf, dalam unggahan di X, menyambut baik apa yang disebutnya sebagai “pernyataan berprinsip” China yang menentang sanksi ilegal terhadap Iran.

Kemitraan strategis komprehensif Iran-China berakar pada rasa saling menghormati, kerja sama yang saling menguntungkan, dan visi bersama untuk dunia multipolar,” tulisnya.

“Hubungan ini tidak memerlukan izin siapa pun,” lanjut Ghalibaf, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (27/8/2026).

Pujian tersebut disampaikan setelah Beijing dengan tegas menentang ancaman Washington mengenai sanksi sekunder terhadap negara dan perusahaan yang terus berbisnis dengan Iran.

Kementerian Luar Negeri China pada hari Selasa menyatakan, Beijing dengan tegas menentang sanksi yang tidak memiliki dasar hukum internasional ataupun otorisasi dari Dewan Keamanan PBB.

China menyatakan bahwa kerja samanya dengan Iran mematuhi hukum internasional dan tidak boleh diganggu, seraya memperingatkan bahwa pihaknya akan mengambil segala langkah yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingannya.

Sekadar diketahui, Washington telah meluncurkan serangkaian langkah ekonomi baru terhadap Teheran pada hari Senin sebagai bagian dari upaya untuk semakin mengisolasi Iran dari ekonomi global.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan, sanksi terhadap hampir 60 individu, entitas, dan kapal, serta memperingatkan negara dan perusahaan asing bahwa mereka dapat menghadapi hukuman jika mempertahankan hubungan keuangan dengan Teheran.

Langkah-langkah tersebut menyasar perusahaan yang berbasis di China daratan dan Hong Kong, namun tidak sampai menjatuhkan sanksi terhadap lembaga keuangan besar China.

Beijing telah menjadi pembeli terbesar minyak Iran selama bertahun-tahun, meskipun arus pasokan telah sangat berkurang sejak Washington kembali memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran pada pertengahan Juli.

ARTIKEL TERKAIT

Terkini