HomeBeritaKepala Keamanan Internal Hamas Ditangkap Israel dalam Operasi Siang Hari di Gaza...

Kepala Keamanan Internal Hamas Ditangkap Israel dalam Operasi Siang Hari di Gaza City

GAZA CITY — Pasukan khusus Shin Bet dan militer Israel menangkap Muein al-Arabid, yang disebut Israel sebagai kepala aparat keamanan internal Hamas di seluruh Jalur Gaza, dalam operasi gabungan pada Selasa pagi, 1 September 2026, di sebuah bangunan dekat rumahnya di Gaza City barat. Operasi tersebut disertai baku tembak dan serangan udara pendukung, serta menewaskan sekurangnya empat warga Palestina menurut otoritas kesehatan Gaza.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa al-Arabid adalah salah satu pemimpin senior Hamas dan pernah terlibat dalam penyembunyian sandera Israel serta pejabat senior Hamas. Militer Israel dan Shin Bet, dalam pernyataan bersama, menyebut al-Arabid belakangan berupaya memperkuat kendali Hamas atas Gaza utara dan mendorong serangan terhadap pasukan Israel yang bertugas di sekitar Garis Kuning.

Jalannya Operasi

Menurut laporan Israel, pasukan khusus Shin Bet memasuki sebuah bangunan dekat kediaman al-Arabid di Gaza City barat, tempat terjadi baku tembak jarak dekat. Al-Arabid mengalami luka-luka dan dievakuasi ke Israel untuk menjalani perawatan medis sekaligus interogasi. Tidak ada korban di pihak pasukan Israel yang dilaporkan.

Militer Israel mengatakan pesawat tak berawak dikerahkan untuk memberikan perlindungan udara selama operasi berlangsung, dengan menyerang sejumlah sasaran yang dianggap sebagai ancaman terhadap pasukan di lapangan. Saksi mata melaporkan sekitar selusin serangan pada Selasa pagi di Gaza City barat.

Dinas Pertahanan Sipil Gaza, yang beroperasi di bawah otoritas Hamas, menyatakan tiga anak dan seorang perempuan tewas akibat serangan tersebut. Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza City mengonfirmasi jumlah korban yang sama.

Bantahan dan Reaksi Hamas

Kementerian Dalam Negeri Hamas di Gaza mengecam operasi tersebut sebagai “operasi kriminal” dan menyatakan telah melakukan komunikasi dengan para mediator serta Nickolay Mladenov, perwakilan tinggi untuk Gaza di bawah Board of Peace yang bertugas mengawasi implementasi gencatan senjata Oktober 2025.

Seorang sumber keamanan Palestina yang berbicara kepada AFP membantah klaim Israel bahwa al-Arabid terlibat dalam operasi militer atau penyembunyian sandera. Sumber tersebut menyebut tugas al-Arabid adalah mengawasi upaya memerangi kolaborator dengan Israel, bukan aktivitas militer langsung.

Gencatan Senjata yang Rapuh

Penangkapan ini terjadi di tengah kondisi gencatan senjata Israel-Hamas yang telah berlaku sejak 10 Oktober 2025 namun kerap dilanggar oleh kedua belah pihak. Menurut data Kementerian Kesehatan Gaza, operasi militer Israel di Gaza sejak gencatan senjata diberlakukan telah menewaskan sedikitnya 1.326 orang, baik kombatan maupun warga sipil.

Militer Israel menyebut operasi penangkapan al-Arabid dilakukan karena yang bersangkutan dianggap “secara sistematis melanggar gencatan senjata” melalui upaya memulihkan kapabilitas militer Hamas. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Board of Peace maupun Mladenov terkait insiden tersebut.

ARTIKEL TERKAIT

Terkini