Saturday, March 29, 2025
HomeBeritaMaroko, Prancis, Inggris, dan Spanyol demonstrasi dukung Gaza

Maroko, Prancis, Inggris, dan Spanyol demonstrasi dukung Gaza

Ribuan orang di Maroko, Prancis, Inggris, dan Spanyol turun ke jalan untuk mendukung Gaza. Mereka menuntut diakhirinya genosida Israel yang kembali dilanjutkan pekan lalu di wilayah tersebut.

Di Maroko, demonstrasi pro-Gaza berlangsung di beberapa kota, seperti Tétouan, Tangier, dan Azrou (utara), Casablanca dan Safi (barat), serta Ouarzazate (tenggara).

Para demonstran menuntut tekanan internasional terhadap Israel untuk menghentikan genosida di Gaza. Mereka mengecam agresi terbaru setelah Israel melanggar perjanjian gencatan senjata.

Mereka juga mengibarkan bendera Palestina dan meneriakkan slogan-slogan anti-pendudukan.

Aksi massa dan slogan protes

Sementara itu, ibu kota Inggris, London, menyaksikan protes besar terhadap dimulainya kembali perang Israel di Gaza.

Para demonstran berkumpul di dekat kedutaan Israel, mengangkat slogan yang menuntut penghentian apa yang mereka sebut sebagai “genosida Israel terhadap rakyat Palestina”.

Di Prancis, demonstrasi yang awalnya bertujuan menentang rasisme dalam agenda tahunan berubah menjadi pawai besar yang mendukung Palestina dan mengutuk kejahatan Israel.

Para peserta menuntut keadilan bagi rakyat Palestina di Gaza dan Tepi Barat, perlindungan bagi mereka, serta pengadilan bagi para pemimpin pendudukan di mahkamah internasional.

Sejak Israel melanjutkan genosida di Gaza pada Selasa dini hari hingga Sabtu, lebih dari 650 warga Palestina tewas dan 1.172 lainnya terluka. Menurut Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak.

Eskalasi ini, yang menurut Tel Aviv dilakukan dengan koordinasi penuh bersama Washington, merupakan pelanggaran terbesar terhadap perjanjian gencatan senjata di Gaza.

Israel menolak melaksanakan tahap kedua perjanjian tersebut setelah menyelesaikan tahap pertama pada awal Maret lalu.

Meskipun Hamas mematuhi semua ketentuan dalam perjanjian, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak melanjutkan tahap kedua, tunduk pada tekanan dari kelompok ekstremis dalam pemerintahannya.

Dengan dukungan Amerika Serikat (AS), Israel telah melakukan genosida di Gaza sejak 7 Oktober 2023, yang telah menewaskan dan melukai lebih dari 162.000 warga Palestina. Sebagian besar adalah anak-anak dan perempuan, serta meninggalkan lebih dari 14.000 orang hilang.

ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Most Popular