Thursday, April 25, 2024
HomeBeritaPalestinaNikaragua ancam seret empat negara ke ICJ terkait genosida Gaza

Nikaragua ancam seret empat negara ke ICJ terkait genosida Gaza

Presiden Nikaragua Daniel Ortega di Lapangan Revolusi di Managua, Nikaragua, pada 11 September 2023 (AFP)
Presiden Nikaragua Daniel Ortega di Lapangan Revolusi di Managua, Nikaragua, pada 11 September 2023 (AFP)

Nikaragua mengancam menyeret Jerman, Inggris, Belanda, dan Kanada ke Mahkamah Internasional atas tuduhan bahwa senjata yang mereka berikan kepada Israel digunakan dalam genosida terhadap warga Palestina di Gaza.

Pemerintah sayap kiri Nikaragua mengatakan pihaknya telah menyampaikan peringatan lisan kepada mereka untuk meminta pertanggungjawaban berdasarkan hukum internasional”.

“Nikaragua telah mendesak pemerintah Inggris, Jerman, Belanda dan Kanada untuk segera menghentikan pasokan senjata, amunisi, teknologi dan/atau komponen ke Israel karena ada kemungkinan senjata tersebut digunakan Israel untuk memfasilitasi atau melakukan pelanggaran konvensi genosida,” tulis pernyataan pemerinah Nikaragua seperti dilansir Middle East Eye pada Rabu (7/2).

Negara Amerika Tengah itu termasuk salah satu dari beberapa negara bersama dengan Turki, Yordania, Venezuela, Pakistan, Bangladesh, Maladewa, dan Namibia yang mendukung kasus genosida Afrika Selatan terhadap Israel pada bulan Januari.

Mahkamah Internasional telah mengeluarkan keputusan sementara yang meminta Israel tidak menghalangi pengiriman bantuan ke Gaza dan memperbaiki situasi kemanusiaan.

Resolusi tersebut juga memerintahkan Israel untuk mengambil segala tindakan sesuai kewenangannya untuk mencegah tindakan genosida di Gaza.

Namun, mereka tidak memerintahkan Israel untuk menghentikan operasi militernya di Gaza, yang merupakan salah satu tuntutan utama Afrika Selatan.

Dalam pernyataannya, Nikaragua mengungkapkan risiko terjadinya genosida menjadi alasan utamanya untuk menyeret keempat negara.

“Kewajiban untuk mencegah genosida muncul dan dimulai ketika terdapat risiko terjadinya genosida,” jelasnya.

Presiden Nikaragua Daniel Ortega merupakan mantan gerilyawan Marxis yang dekat dengan Rusia dan Tiongkok.

Dia menduduki posisi Presiden Nikaragua untuk masa jabatan keempat pada tahun 2021 setelah memenjarakan lawan-lawan utamanya dalam pemilu yang dicap AS sebagai “pantomim”.

Human Rights Watch telah mendokumentasikan banyak kasus pelecehan dan penahanan terhadap lawan politik Ortega, jurnalis, dan pembela hak asasi manusia.

Baru-baru ini dia menindak gereja Katolik, menangkap pendeta dalam apa yang menurut Human Rights Watch sebagai salah satu krisis hak asasi manusia terburuk di Amerika Latin. (Pizaro)

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Pengajar HI Universitas Al Azhar Indonesia, Mahasiswa PhD Hubungan Antarbangsa Universitas Sains Malaysia.
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Most Popular