TEPI BARAT — Pasukan Israel melakukan serangkaian penggerebekan di sejumlah wilayah Tepi Barat dan Yerusalem Timur pada Rabu (2/9/2026) kemarin. Pada saat yang sama, pemukim Israel dilaporkan merusak jaringan pipa air yang memasok kebutuhan warga Palestina di wilayah Tubas.
Dilansir dari Anadolu, pasukan Israel mendatangi kota Al-Ram, sebelah utara Yerusalem, serta Anata, di timur laut kota tersebut.
Pemerintah Provinsi Yerusalem menyatakan tidak ada laporan mengenai warga yang terluka maupun ditangkap dalam operasi tersebut.
Pasukan Israel juga dilaporkan memasuki Kota Nablus di bagian utara Tepi Barat. Sejumlah tentara berpatroli di jalan-jalan dan kawasan permukiman selama operasi berlangsung.
Di wilayah Kegubernuran Tubas, insiden berbeda terjadi ketika pemukim Israel menyerang jaringan pipa air yang memasok kebutuhan warga di komunitas Yarza Utara, sebelah timur laut Kota Tubas.
Sumber-sumber lokal mengatakan jaringan tersebut dirusak hingga menyebabkan pasokan air ke komunitas itu terputus.
Serangan terhadap jaringan air tersebut disebut bukan kejadian pertama. Menurut sumber yang dikutip Anadolu, pipa yang memasok air ke warga telah beberapa kali menjadi sasaran dalam beberapa pekan terakhir.
Gangguan terhadap infrastruktur air menjadi persoalan serius bagi masyarakat Palestina di wilayah pedesaan dan komunitas penggembala di Tepi Barat. Laporan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyebut kerusakan terhadap infrastruktur air akibat serangan pemukim dan pembongkaran telah meningkatkan ketergantungan sejumlah komunitas Palestina terhadap distribusi air darurat.
Tekanan terhadap Komunitas Palestina
Rangkaian penggerebekan dan serangan tersebut berlangsung di tengah situasi keamanan yang semakin tegang di Tepi Barat.
Pasukan Israel secara rutin melakukan operasi militer, termasuk penggeledahan rumah dan penangkapan warga Palestina. Di sisi lain, serangan oleh pemukim Israel terhadap masyarakat Palestina juga terus dilaporkan.
Wilayah Tubas dan Lembah Yordan menjadi salah satu kawasan yang menghadapi tekanan berat. Dalam beberapa hari terakhir, pasukan Israel juga dilaporkan menghancurkan sejumlah bangunan tempat tinggal dan fasilitas peternakan di kawasan Al-Ras Al-Ahmar, sebelah tenggara Tubas.
Pada 27 Agustus, pasukan Israel juga dilaporkan menutup tiga sumur air artesis di kawasan yang sama dan merusak sekitar 300 meter jaringan pipa air. Kerusakan tersebut semakin membatasi akses masyarakat terhadap sumber air untuk kebutuhan rumah tangga dan peternakan.
OCHA mencatat bahwa akses terhadap layanan air dan sanitasi di Tepi Barat terus menghadapi tekanan akibat kerusakan infrastruktur. Serangan terhadap fasilitas air dilaporkan terkonsentrasi, antara lain, di Kegubernuran Ramallah dan Tubas.
Menurut laporan OCHA, sejak awal 2026, tangki air menjadi lebih dari separuh dari sekitar 160 fasilitas air, sanitasi, dan kebersihan yang rusak, dihancurkan, atau disita dalam serangan pemukim di berbagai wilayah Tepi Barat. Jaringan air, sambungan rumah tangga, serta infrastruktur air lainnya juga menjadi sasaran.
Situasi tersebut membuat masyarakat di sejumlah komunitas Palestina semakin bergantung pada bantuan air darurat. Bagi komunitas penggembala yang memiliki akses terbatas terhadap sumber air alternatif, kerusakan jaringan air juga berpotensi mengancam kebutuhan dasar sekaligus mata pencaharian mereka.
Di tengah meningkatnya penggerebekan militer dan kekerasan pemukim, kondisi ini menambah tekanan terhadap kehidupan warga Palestina di Tepi Barat dan memperbesar kekhawatiran mengenai keberlangsungan komunitas yang tinggal di kawasan tersebut. (cky)


