LIBYA – Gelombang solidaritas internasional untuk Gaza terus menguat. Memasuki hari kedua pelatihan intensif Global Sumud Flotilla (GSF) di kawasan Afrika Utara, tepatnya di Tripoli, Libya tujuh relawan kemanusiaan asal Indonesia resmi bergabung dalam persiapan misi konvoi darat internasional menuju perbatasan Gaza, Minggu (10/5/2026).
Para relawan tersebut mewakili sejumlah lembaga filantropi Indonesia yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), yakni Rumah Zakat, Rumah Wakaf, Dompet Dhuafa, Sharing Happiness, Bantu Teman, dan Taman Zakat. Kehadiran mereka menjadi simbol kuat dukungan rakyat Indonesia terhadap perjuangan kemanusiaan dan kemerdekaan Palestina yang selama ini terus digaungkan di berbagai forum internasional.
Di tengah situasi kemanusiaan Gaza yang semakin memprihatinkan, para relawan Indonesia bergabung bersama ratusan peserta dari berbagai negara untuk menjalani serangkaian pelatihan teknis dan simulasi lapangan sebelum konvoi diberangkatkan.
Pada hari kedua pelatihan, panitia Global Sumud Flotilla mulai melakukan pembagian kelompok kerja secara terstruktur. Setiap peserta ditempatkan dalam unit-unit strategis seperti logistik bantuan, layanan medis darurat, hingga dokumentasi media dan komunikasi lapangan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian perjalanan konvoi darat berjalan efektif, aman, dan tetap terkendali di tengah medan panjang yang diperkirakan penuh tantangan.
Selain pembekalan teknis, para relawan juga mendapatkan materi survival atau ketahanan lapangan. Pelatihan itu meliputi cara menghadapi cuaca ekstrem, pengelolaan persediaan pangan secara efisien, hingga prosedur keamanan selama melintasi wilayah lintas batas.
Tak hanya teori, para peserta juga langsung menjalani simulasi lapangan dalam bentuk praktik perkemahan darurat. Simulasi tersebut mencakup teknik mendirikan tenda secara cepat di area terbuka, koordinasi antarkelompok saat kondisi malam hari, serta penanganan logistik dalam situasi darurat.
Membawa Amanah Solidaritas Rakyat Indonesia
Keterlibatan aktif lembaga-lembaga kemanusiaan Indonesia dalam misi Global Sumud Flotilla disebut sebagai representasi nyata solidaritas masyarakat Indonesia terhadap rakyat Palestina.
Para relawan menegaskan bahwa keberangkatan mereka bukan sekadar mengirim bantuan material, melainkan membawa pesan moral bahwa rakyat Indonesia tetap berdiri bersama Gaza di tengah krisis kemanusiaan yang terus berlangsung.
“Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan amanah rakyat Indonesia sampai kepada mereka yang membutuhkan. Kami belajar menjadi tim yang solid dan tangguh bersama relawan dari berbagai negara untuk menghadapi tantangan di lapangan,” ujar salah satu relawan Indonesia di lokasi pelatihan.
Meski saat ini seluruh peserta masih menjalani tahap pelatihan intensif dan penyelesaian administrasi di Afrika Utara, semangat para relawan internasional disebut tetap tinggi untuk melanjutkan perjalanan menuju titik perbatasan Gaza.
Global Sumud Flotilla sen diri merupakan gerakan solidaritas internasional yang menghimpun aktivis kemanusiaan dari berbagai negara dalam misi bantuan untuk Palestina, baik melalui jalur laut maupun konvoi darat. Misi ini terus mendapat perhatian dunia di tengah meningkatnya seruan internasional agar akses bantuan kemanusiaan ke Gaza dibuka seluas-luasnya. (CKY)


