HomeBaitul MaqdisSerangan Israel di Gaza Tengah Tewaskan Tiga Warga Palestina dalam 24 Jam

Serangan Israel di Gaza Tengah Tewaskan Tiga Warga Palestina dalam 24 Jam

DEIR AL-BALAH — Serangan udara dan tembakan pasukan Israel menewaskan tiga warga Palestina di wilayah Gaza tengah pada Sabtu (29/8/2026), menurut keterangan pejabat kesehatan setempat. Insiden ini terjadi di tengah gencatan senjata yang telah berlaku sejak 10 Oktober 2025 namun terus diwarnai insiden kekerasan.

Dua warga Palestina tewas dan satu lainnya terluka di Kota Gaza setelah sebuah serangan menghantam sepeda motor yang mereka tumpangi. Pejabat Rumah Sakit Shifa yang menangani korban menyebutkan insiden tersebut terjadi pada Sabtu pagi. Militer Israel menyatakan pihaknya menyasar seorang “operator militer” dalam serangan itu, tanpa memberikan rincian lebih lanjut mengenai identitas korban.

Di bagian timur Deir al-Balah, tembakan tank menewaskan seorang petani. Jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit Al-Aqsa Martyrs. Militer Israel belum memberikan tanggapan atas insiden tersebut hingga berita ini diturunkan.

Serangan di Dekat Kompleks Rumah Sakit

Serangan terpisah menghantam area sekitar kompleks Rumah Sakit Al-Aqsa Martyrs dan melukai tiga warga Palestina, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. Militer Israel mengklaim serangan tersebut menyasar seorang komandan Hamas yang disebut tengah merencanakan aksi teror dan bersembunyi di sekitar kompleks rumah sakit itu.

Dalam pernyataannya, militer Israel menuduh komandan tersebut menggunakan area rumah sakit sebagai tempat persembunyian. Militer Israel menyebut pihak berwenang medis di Gaza telah diperingatkan sejak Kamis (27/8) bahwa fasilitas kesehatan tidak boleh digunakan untuk tujuan yang mereka sebut “teroris”, dan pasukan Israel akan bertindak jika ancaman serupa berlanjut. Pihak Rumah Sakit Al-Aqsa Martyrs belum memberikan komentar atas serangan tersebut.

Korban Lain Dimakamkan

Pada hari yang sama, prosesi pemakaman digelar di Rumah Sakit Al-Aqsa untuk Hamouda al-Attar, warga Palestina yang tewas akibat serangan tentara Israel. Ratusan pelayat, termasuk anak-anak, turut mengiringi jenazah korban.

Konteks Gencatan Senjata

Gencatan senjata antara Israel dan Hamas resmi berlaku sejak 10 Oktober 2025. Meski intensitas pertempuran besar telah mereda, Kementerian Kesehatan Gaza mencatat setidaknya 1.313 warga Palestina tewas akibat aksi militer Israel sejak gencatan senjata itu diberlakukan, menurut data yang dikutip kantor berita Associated Press. Kementerian tersebut, yang berada di bawah pemerintahan yang dikelola Hamas, dinilai lembaga-lembaga PBB dan sejumlah pakar independen tetap menyimpan catatan korban yang rinci dan umumnya dapat diandalkan, meski tidak merinci proporsi korban sipil dan kombatan.

Insiden-insiden kekerasan yang terus terjadi pascagencatan senjata ini menambah tekanan terhadap upaya menjaga stabilitas kesepakatan yang melibatkan mediasi internasional, termasuk kerangka kerja Board of Peace yang dibentuk melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803.

ARTIKEL TERKAIT

Terkini