HomeBeritaSerangan Israel Tewaskan 10 Warga Palestina di Gaza, Satu Korban Anak Berusia...

Serangan Israel Tewaskan 10 Warga Palestina di Gaza, Satu Korban Anak Berusia 13 Tahun

GAZA CITY — Serangan militer Israel di dua lokasi terpisah di Jalur Gaza pada Rabu, 19 Agustus 2026, menewaskan sekurangnya 10 warga Palestina dan melukai 15 orang lainnya, menurut sumber medis setempat. Serangan menyasar sebuah pos polisi di Gaza City dan sebuah lokasi di kamp pengungsi Nuseirat, wilayah tengah Gaza.

Kejadian ini terjadi hampir sepuluh bulan setelah gencatan senjata Israel-Hamas mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, namun serangan sporadis dari pihak Israel terhadap wilayah Gaza masih terus berlangsung meski kesepakatan tersebut secara nominal berjalan.

Kronologi Serangan

Menurut sumber medis yang dikutip media Israel, serangan terhadap pos polisi di Gaza City menewaskan sejumlah petugas, termasuk seorang anak perempuan berusia 13 tahun bernama Dana al-Jamasi yang berada di lokasi kejadian. Serangan kedua di Nuseirat turut menambah jumlah korban tewas dalam insiden yang sama.

Otoritas militer Israel hingga berita ini diturunkan belum memberikan pernyataan resmi terperinci mengenai sasaran maupun alasan operasional di balik kedua serangan tersebut. Pola serangan terhadap fasilitas kepolisian yang dikelola otoritas lokal Gaza telah berulang kali terjadi sejak gencatan senjata diberlakukan, dengan pihak Israel kerap menyebut personel yang menjadi sasaran memiliki keterkaitan dengan kelompok bersenjata.

Investigasi Militer Israel Dibuka Bersamaan

Pada hari yang sama, militer Israel mengumumkan pembukaan penyelidikan internal terhadap sejumlah insiden berprofil tinggi selama perang Gaza sejak Oktober 2023. Penyelidikan polisi militer akan dibuka untuk kasus tewasnya bocah lima tahun Hind Rajab serta pembunuhan 15 warga Palestina di kawasan Tel al-Sultan.

Dalam pengumuman yang sama, militer Israel menyatakan telah membebaskan personelnya dari dugaan pelanggaran pidana dalam insiden tewasnya tujuh pekerja bantuan World Central Kitchen (WCK) di Deir al-Balah. Pengumuman investigasi ini muncul di tengah tekanan berkelanjutan dari kelompok hak asasi manusia internasional terhadap perilaku pasukan Israel selama konflik.

Konteks Kemanusiaan yang Berlarut

Data terbaru per pertengahan Agustus 2026 mencatat sedikitnya 76.621 orang tewas akibat perang Gaza sejak Oktober 2023, terdiri dari lebih dari 74.500 warga Palestina dan lebih dari 2.000 warga Israel, menurut Kementerian Kesehatan Gaza dan Kementerian Luar Negeri Israel. Angka tersebut mencakup 270 jurnalis dan pekerja media, serta lebih dari 560 pekerja kemanusiaan.

Sejak gencatan senjata berlaku Oktober 2025, ribuan warga Gaza masih hidup dalam kondisi pengungsian akibat kerusakan luas terhadap infrastruktur permukiman, sementara proses perlucutan senjata Hamas yang disyaratkan dalam rencana perdamaian yang diprakarsai Amerika Serikat masih menjadi titik sengketa antara Israel dan Board of Peace pimpinan mantan Presiden AS Donald Trump.

ARTIKEL TERKAIT

Terkini