facebook

Zuckberger Rilis MetaPay, Aplikasi Layanan Keuangan Berbasis Digital

GAZAMEDIA, TECNO – CEO Meta, Mark Zuckerberg mengumumkan layanan “Facebook Pay” telah resmi menjadi “MetaPay” yang fokus mengembangkan fitur dompet berbasis digital bernama MetaPay, Kamis (23/6/2022)

Sebuah laporan oleh The Verge menyatakan, MetaPay pada dasarnya adalah alat yang sama seperti Meta.

Perusahaan sedang mengerjakan sesuatu yang akan memungkinkan pengguna untuk mengelola identitas, item, dan metode pembayaran mereka saat mereka melewati dunia digital yang dirancang Meta di masa depan.

Zuckerberg menyebutkan, sebagian besar berfokus pada bagaimana portofolio metaverse bukti kepemilikan digital perusahaan dapat ditingkatkan, dan bagaimana hal itu dapat digunakan untuk membuat dan membeli pakaian digital, seni, video, musik, acara virtual, dan banyak lagi.

Metaverse adalah jaringan dunia virtual 3D yang berfokus untuk memfasilitasi komunikasi antar manusia. [ml/ofr]

Posting Berita yang Tidak Berimbang, Rusia Bakal Larang Facebook dan Instagram

GAZAMEDIA, MOSKOW – Pengadilan ibukota Moskow melarang Facebook dan Instagram melakukan kegiatan “ekstremis”, menyusul keputusan perusahaan induk Meta untuk melonggarkan pembatasan konten terhadap Rusia, Senin (21/3).

Pengadilan mengatakan dalam sebuah pesan di aplikasi Telegram : “Pengadilan menerima gugatan yang diajukan oleh Wakil Jaksa Penuntut Pertama terhadap Meta Holding Company mengenai larangan akses kegiatannya di tanah Rusia.”

Pada gilirannya, Dinas Keamanan Rusia menuntut pengenaan “segera” larangan operasional Facebook dan Instagram atas disinformasi yang ditujukan terhadap Rusia dan militernya.

Meta mengumumkan ketidaksetujuannya terkait perang Rusia atas Ukraina. Juru bicara Facebook mengatakan frasa “korban kejahatan perang oleh Rusia adalah salah satu contoh hal tersbut”. [ml/as/terj.af]

Indonesia Pelajari Regulasi Keuntungan dari Perusahaan Teknologi Ternama

GAZA MEDIA, JAKARTA – Indonesia sedang mempelajari RUU yang akan memaksa raksasa teknologi bernegosiasi dengan perusahaan media agar mencapai pendapatan yang lebih adil. Langkah ini merupakan inspirasi undang-undang baru di Australia.

“Tujuannya untuk memastikan pendapatan yang lebih adil terutama dalam menghasilkan berita dan ‘jurnalisme yang lebih baik”,” kata Wenceslaus Mangot, Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia dalam siaran persnya.

“Dengan peraturan saat ini, penelusuran konten berita menjadi lebih menguntungkan,” tambah Wenceslaus. “Namun juga sulit untuk menjaga integritas jurnalisme dalam ekosistem (regulasi) yang saat ini juga belum jelas.”

Menurut Amir Suhrlan, pakar periklanan dan direktur pelaksana Wavemaker Indonesia, hampir setengah dari pendapatan iklan digital Indonesia masuk ke Facebook dan Google, dan kedua perusahaan tersebut belum mengomentari rancangan resolusi tersebut.

Hukum Australia sejak Maret mengharuskan Facebook dan Google Alphabet untuk bernegosiasi dengan outlet Australia mengenai konten yang membawa iklan ke situs web mereka. []

 

Facebook Bungkam Isu Konten Palestina

GAZA MEDIA, YERUSSALEM – Media dan sejumlah aktivis Palestina melanjutkan kampanye elektronik menolak kebijakan Facebook atas diskriminasi konten Palestina.

Kampanye ini dilakukan setelah Facebook menghapus dan membatasi ratusan halaman media Palestina, terutama media Qastal, yang meliput berita tentang penjajahan di Yerusalem, atas satu juta followers kemudian mebanned ribuan akun pribadi aktivis dan jurnalis Palestina lainnya.

Facebook berusaha membungkam narasi Palestina dengan membatasi konten dan beberapa media berita, terutama tentang kejahatan penjajah terhadap rakyat Palestina.

Perlu diketahui bahwa kampanye tersebut adalah satu dari sekian upaya Jurnalis untuk mematahkan diskriminasi Facebook atas narasi Palestina, dan akan terus menghentikan ketidakadilan yang sedang berlangsung hingga saat ini. []