#putin

Putin Siap Rilis Peluncuran Rudal Balistik Nuklir Antarbenua “Samrat”

GAZAMEDIA, MOSKOW – Presiden Rusia Vladimir Putin berjanji untuk menyebarkan rudal balistik antarbenua bernama Sarmat yang mampu membawa hulu ledak nuklir, Selasa (21/6/2022).

Putin mengatakan dalam pidatonya di sebuah upacara di Kremlin: “Negara kita akan terus mengembangkan dan memperkuat angkatan bersenjatanya, dengan mempertimbangkan potensi ancaman dan risiko militer.”

“Moskow pada akhir tahun ini siap mengerahkan rudal balistik antarbenua “Sarmat” Rusia yang diartikan “Setan” diuji dan mampu membawa lebih dari 10 hulu ledak nuklir.

Ancaman eskalasi militer dari Presiden Rusia itu muncul di saat krisis antara Rusia dan Lithuania dibayangi oleh peristiwa perang. Duta Besar Uni Eropa untuk Rusia mengatakan bahwa dia telah meminta Moskow untuk menyelesaikan masalah penyeberangan ke Kaliningrad secara diplomatis. [ml/ofr]

Rusia Tolak Pertemuan Puncak Antara Putin dan Zelensky

GAZAMEDIA, MOSKOW – Kepala delegasi Rusia, Vladimir Medinsky menyatakan negaranya tidak memiliki frekuensi yang sama dan butuh banyak pertimbangan dengan pihak Ukraina mengenai pertemuan puncak antara Presiden Vladimir Putin dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, Ahad (3/4/2022).

Medinsky mengatakan dalam pernyataan pers, “Draf perjanjian antara Rusia dan Ukraina belum siap untuk dipresentasikan ke pertemuan puncak antarkedua presiden.”

Ia menjelaskan bahwa negosiasi telah berlanjut melalui virtual sejak 1 April yang akan diadakan hari ini dan berlanjut hingga besok.

“Pihak Ukraina terlihat menjadi lebih realistis dalam pendekatannya terhadap masalah netralitas tanpa senjata nuklir” Tambah Medinsky.

Diketahui sebelumnya, Turki telah berusaha selama seminggu untuk mengadakan pertemuan puncak antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Ukraina Volodymyr Zelensky yang belum terealisasikan hingga berita ini dituliskan. [ml/as/terj. af]

Putin Perintahkan Pasukan Pencegah Nuklir untuk Siap Siaga

GAZAMEDIA, MOSCOW – Presiden Putin beri perintah komando militer untuk menempatkan pasukan pencegah nuklir Rusia pada unit senjata nuklir dalam siaga tinggi, Ahad (27/2/2022).

 

“Seperti yang Anda lihat, negara-negara Barat tidak hanya mengambil tindakan tidak bersahabat terhadap negara kita dalam dimensi ekonomi, maksud saya sanksi ilegal, yang semua orang tahu betul, tetapi juga pejabat senior negara-negara utama NATO membiarkan diri mereka membuat pernyataan bermusuhan tentang negara kita.” kata Putin di televisi pemerintah.

 

Serangan Rusia di wilayah Ukraina telah berlanjut sejak Kamis pagi, menyebabkan ribuan kematian dan lebih dari 100.000 warga Ukraina mengungsi, di samping penghancuran dan kerusakan puluhan bangunan dan infrastruktur lainnya. []

Sanksi Tegas Barat Coret Rusia dari Sistem Keuangan SWIFT Internasional

GAZAMEDIA, – Komisi Eropa, Prancis, Jerman, Italia, Inggris, Kanada, dan Amerika Serikat mengumumkan komitmen mereka untuk memastikan penghapusan bank-bank Rusia dari sistem keuangan Svote/SWIFT. Sabtu malam (26/2/2022).

 

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menegaskan bahwa organisasinya akan melumpuhkan kemampuan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam membiayai mesin perang mereka.

 

Dia menjelaskan bahwa aset Bank Sentral Rusia akan dibekukan, mencegahnya mengakses cadangan keuangan negara sehingga tidak memungkinkan bagi Rusia untuk melikuidasi saldonya.

 

Diketahui, SWIFT merupakan jaringan pengiriman pesan yang digunakan oleh bank dan lembaga keuangan lainnya untuk mengirim dan menerima informasi transaksi dengan cepat dan aman. Misalnya saja, instruksi pengiriman dana. Sistem ini juga yang berada di balik sebagian besar transaksi pembayaran dan pengiriman dana internasional. []

Amerika Ancam Rusia Pasca Lancarkan Operasi Militer Skala Besar ke Ukraina

GAZAMEDIA, WASHINGTON – Presiden AS, Joe Biden bersumpah untuk meminta pertanggungjawaban Rusia atas serangannya terhadap Ukraina. Kamis (24/2/2022).

“Amerika Serikat dan sekutunya akan menanggapi Moskow dengan cara yang bersatu dan tegas!” kata Biden dalam sebuah pernyataan.

Biden menambahkan, “Putin memilih perang, yang akan menyebabkan hilangnya banyak nyawa dan penderitaan manusia. Serangan ini “tidak dapat dibenarkan.”

Pasukan Rusia kini memulai operasi militer skala besar. Kementerian Pertahanan Rusia kemudian mengumumkan penghancuran pertahanan udara dan bandara militer milik Ukraina. []

Tabuh Genderang Perang, Rusia Mulai Invasi Ukraina

GAZAMEDIA, KIEV – Ukraina mengumumkan bahwa Rusia telah meluncurkan invasi skala besar ke wilayahnya, tak lama setelah Presiden Rusia, Vladimir Putin perintahkan operasi militer khusus di wilayah Donbass. Kamis pagi (24/2/2022).

Kantor berita Ukraina, Interfax melaporkan serangan rudal terhadap fasilitas militer di seluruh Ukraina. Pasukan Rusia telah lakukan pendaratan di kota-kota pesisir selatan Odessa dan Mariupol, dan evakuasi sejumlah staf dan penumpang di Bandara Boryspil, Ibukota Kiev.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba dalam sebuah tweet, “Putin baru saja memulai invasi skala besar ke Ukraina. Kota-kota Ukraina yang damai sedang diserang.”

Pada gilirannya, presiden Ukraina memberlakukan darurat militer di seluruh negeri, dan pemerintah juga mengumumkan penutupan wilayah udara negara itu untuk penerbangan sipil.

Pasca Invasi Rusia, harga satu barel minyak naik melewati batas $100 untuk pertama kalinya dalam 7 tahun terakhir. Pasca Putin mengeluarkan perintah “operasi militer” di Ukraina, kekhawatiran tentang perang skala besar di Eropa Timur kini meningkat. []

Putin Akui Kemerdekaan Republik Donsk dan Luhansk di Ukraina Timur

GAZAMEDIA, MOSKOW- Presiden Rusia, Vladimir Putin mengakui kemerdekaan wilayah separatis Ukraina, Donsk dan LuhansK dengan menandatangani perjanjian persahabatan dan saling mendukung antar para pemimpin. Senin (21/2),

Kesepakatan terjadi setelah pidato Putin yang mengklaim pasukan Ukraina membunuh warga sipil, dan bertanya : Berapa lama Rusia dapat menanggungnya?

“Rusia memiliki hak untuk mengambil tindakan balasan, membuktikan kami tidak akan meninggalkan kedaulatan dan nilai-nilai nasional.” Tegas Putin

Putin menganggap Blok Barat akan menjatuhkan sanksi kepada Rusia dalam hal apa pun, padahal masalah tersebut tidak ada hubungannya dengan Ukraina.

Rusia menuduh Amerika Serikat mendukung “pemberontak Ukraina” selama 2013 dan 2014, dan membantu mereka melakukan kudeta yang menggulingkan pemerintah.

Ia menjelaskan bahwa Rusia selalu berusaha mendukung cara-cara diplomatik untuk memecahkan masalah, dan NATO telah sepenuhnya mengabaikan keprihatinan ini. Adapun masalah aksesi Ukraina ke NATO telah ditentukan sebelumnya.

Putin melanjutkan, “Infrastruktur NATO ada di depan pintu Rusia, dan Amerika Serikat serta NATO tanpa malu-malu mempersiapkan Ukraina sebagai medan perang melawan Rusia.”

“Kami telah melihat lima gelombang ekspansi NATO baru-baru ini… dan kami telah menerima janji bahwa NATO tidak akan berkembang, tetapi yang terjadi adalah sebaliknya. Aksesi Ukraina ke NATO adalah ancaman langsung terhadap keamanan Rusia, dan menunjukkan pusat pelatihan NATO di Ukraina sama dengan pangkalan militer aliansi.” Pungkas Putin. [terj.nb/af].