Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, menegaskan pada Rabu bahwa “pembunuh kriminal” di balik kematian pejabat keamanan senior Ali Larijani akan “segera mendapat balasannya.”
Dalam sebuah pernyataan di platform media sosial X, Khamenei menyampaikan bahwa dirinya menerima kabar pembunuhan Larijani—Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran—beserta putranya dan beberapa kolega dengan “duka mendalam.”
Khamenei menggambarkan Larijani sebagai “pria berilmu, bijaksana, dan penuh wawasan,” serta menekankan bahwa hampir lima dekade pengabdiannya di bidang politik, militer, keamanan, budaya, dan administrasi menjadikannya “figur terkemuka.”
Menurut Khamenei, pembunuhan Larijani menunjukkan pentingnya sosok tersebut serta permusuhan yang dimiliki musuh-musuh Islam terhadapnya, sambil memperingatkan bahwa “menumpahkan darah orang-orang seperti ini… justru akan membuatnya semakin kuat.”
“Setiap tetes darah pasti memiliki balasannya,” ujar Khamenei, menambahkan bahwa “pembunuh kriminal para syuhada ini akan segera membayar,” tegasnya.
Pihak berwenang Iran menyatakan Larijani tewas pada Selasa dini hari akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang juga menewaskan putranya, Morteza Larijani, ajudannya Alireza Bayat, beberapa staf dewan, dan pengawal pribadi.
Sejak 28 Februari, AS dan Israel terus melancarkan serangan gabungan ke Iran, menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi sebelumnya, Ali Khamenei.
Iran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi pangkalan militer AS, menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan pada pasar global dan sektor penerbangan.


