spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Friday, March 27, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeBeritaKepala Staf IDF sebut militer Israel di ambang keruntuhan

Kepala Staf IDF sebut militer Israel di ambang keruntuhan

Bocoran rapat kabinet keamanan mengungkap peringatan keras dari Kepada Staf IDF Eyal Zamir. Kata Zamir, IDF berada di ambang keruntuhan akibat krisis personel dan kelelahan pasukan cadangan.

Dalam laporan yang dipublikasikan situs Jfeed pada 26 Maret, Zamir memperingatkan Perdana Menteri dan para menteri kabinet, bahwa tanpa langkah legislasi segera, IDF tidak lagi mampu menjalankan tugas militernya secara efektif.

“Saya mengangkat 10 tanda bahaya,” ujar Zamir dalam rapat tertutup tersebut.

Ia menegaskan kebutuhan mendesak akan undang-undang wajib militer baru, regulasi dinas cadangan, serta perpanjangan masa wajib militer guna menutup kekurangan personel.

Peringatan ini muncul di tengah konflik berkepanjangan yang telah berlangsung lebih dari dua setengah tahun, serta operasi militer terbaru Israel yang terus memperluas front pertempuran, termasuk di Jalur Gaza dan Lebanon selatan.

Menurut laporan jurnalis Moriah Asraf yang disiarkan Channel 13 News, Zamir juga menyoroti kemampuan tempur IDF akan segera menurun drastis.

“Tidak lama lagi, IDF tidak akan lagi layak bahkan untuk menjalankan misi keamanan rutin,” kata Zamir. Zamir memperingatkan bahwa kapasitas militer Israel tengah mendekati batasnya.

Krisis ini dipicu oleh sejumlah faktor utama. Upaya pemerintah untuk merekrut besar-besaran komunitas ultra-Ortodoks (Haredi) sejak 7 Oktober 2023 belum membuahkan hasil, meskipun sebelumnya dijanjikan akan ada undang-undang baru untuk memasukkan ribuan anggota Haredi ke dalam militer.

Di sisi lain, kebijakan pemangkasan masa wajib militer menjadi 32 bulan belum direvisi, menyebabkan kekurangan personel di tengah kebutuhan operasi militer multi-front.

Tekanan terbesar juga dirasakan oleh pasukan cadangan. Dalam dua setengah tahun terakhir, banyak prajurit telah menjalani empat hingga lima kali penugasan aktif.

Bahkan, dalam operasi terbaru, mereka dilaporkan telah bertugas lebih dari satu bulan tanpa kepastian rotasi atau penarikan.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak IDF maupun kantor Perdana Menteri Israel terkait bocoran tersebut.

Namun, peringatan Zamir memperlihatkan adanya tekanan internal yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam tubuh militer Israel, yang selama ini dikenal sebagai “tentara rakyat” dengan kemampuan tempur tinggi.

Surya Fachrizal
Surya Fachrizal
Pimred Gaza Media, co-founder Timteng Podcast
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler