HomeBeritaTurki, Mesir, Saudi, Pakistan dilaporkan bahas pembentukan pengelolaan bersama Hormuz

Turki, Mesir, Saudi, Pakistan dilaporkan bahas pembentukan pengelolaan bersama Hormuz

Menteri Luar Negeri Turki, Mesir, Pakistan, dan Arab Saudi menggelar pertemuan di Islamabad, Pakistan, pada Minggu untuk membahas upaya mengakhiri perang di Timur Tengah. Diskusi dua hari ini difokuskan pada proposal pembukaan kembali Selat Hormuz, termasuk kemungkinan pembentukan konsorsium pengelola dan penerapan tarif ala Terusan Suez, menurut jurnalis Reuters Idrees Ali.

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan hadir bersama Muhammad Ishaq Dar dari Pakistan, Faisal bin Farhan dari Arab Saudi, dan Badr Abdelatty dari Mesir di Kementerian Luar Negeri Pakistan.

Iran, Amerika Serikat, dan Israel tidak diwakili dalam pertemuan ini, menurut sumber Kementerian Luar Negeri Pakistan. Pertemuan dijadwalkan berlanjut pada Senin.

Sebelumnya, Pakistan menyebut Iran telah menyetujui izin bagi 20 kapal berbendera Pakistan, sekitar dua kapal per hari, untuk melintasi Selat Hormuz.

Proposal konsorsium dan tarif ala Terusan Suez

Lima sumber Reuters menyebut keempat negara tersebut telah mengajukan proposal ke Washington terkait arus pelayaran dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Sumber Pakistan menyatakan proposal, termasuk yang berasal dari Mesir, telah diteruskan ke Gedung Putih sebelum pertemuan Minggu, dengan mencakup sistem tarif ala Terusan Suez untuk kapal yang melintasi selat.

Dua sumber Pakistan menambahkan, Turki, Mesir, dan Arab Saudi dapat membentuk konsorsium untuk mengelola aliran minyak melalui selat, dan Pakistan diminta untuk ikut serta. “Proposal konsorsium manajemen telah dibahas dengan AS dan Iran,” kata sumber tersebut.

Sumber diplomatik Turki menegaskan, isu maritim bersifat sekunder dibanding tujuan utama, yakni menghentikan konflik.

Ankara menekankan prioritasnya adalah memastikan gencatan senjata, sementara keselamatan pelayaran dapat menjadi langkah penting membangun kepercayaan. Turki juga memperingatkan kemungkinan terbentuknya koalisi internasional jika krisis Hormuz tidak segera terselesaikan.

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler