HomeBeritaTrump pertimbangkan keluar dari NATO

Trump pertimbangkan keluar dari NATO

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa dirinya “sangat mempertimbangkan” untuk menarik Amerika Serikat keluar dari NATO setelah negara-negara sekutu menolak mendukung perang Amerika-Israel melawan Iran.

Dalam wawancara eksklusif dengan The Telegraph yang diterbitkan Rabu, Trump menyebut aliansi tersebut sebagai “macan kertas”.

Pernyataan ini menjadi ancaman paling langsung terhadap pakta pertahanan transatlantik yang telah berdiri selama 77 tahun, sekaligus meningkatkan ketegangan yang sebelumnya bermula dari persoalan penggunaan pangkalan militer menjadi krisis eksistensial bagi aliansi Barat.

Ketika ditanya apakah ia akan mempertimbangkan kembali keanggotaan AS di NATO setelah konflik, Trump menjawab, “Oh ya, saya akan mengatakan ini sudah melampaui sekadar pertimbangan ulang. Saya tidak pernah benar-benar percaya pada NATO. Saya selalu tahu mereka adalah macan kertas, dan Putin juga tahu itu.”

Pernyataan tersebut disampaikan beberapa jam sebelum Trump dijadwalkan memberikan pidato kenegaraan pada Rabu pukul 21.00 waktu setempat terkait perkembangan perang.

Kritik terhadap Inggris

Trump secara khusus menyoroti United Kingdom dan mengkritik Perdana Menteri Keir Starmer yang menolak terlibat dalam perang melawan Iran.

Ia bahkan meragukan kemampuan Angkatan Laut Inggris.

“Anda bahkan tidak punya angkatan laut. Sudah terlalu tua dan kapal induk Anda tidak berfungsi,” ujar Trump.

Saat ditanya apakah Starmer perlu meningkatkan anggaran pertahanan, Trump menolak memberikan saran dan menyindir kebijakan energi Inggris.

Ketegangan dengan sekutu NATO

Negara-negara anggota NATO dilaporkan enggan membantu membuka kembali Selat Hormuz, jalur strategis yang biasanya dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

Penutupan selat tersebut oleh Iran selama beberapa pekan telah mendorong lonjakan harga minyak dan gas global serta memicu kekhawatiran resesi dunia.

Trump menyebut absennya dukungan sekutu sebagai hal yang “sulit dipercaya”.

“Kami selalu ada untuk mereka, termasuk Ukraina. Itu bukan masalah kami, tapi kami tetap membantu. Sekarang mereka tidak ada untuk kami,” katanya.

Sikap pemerintah AS

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio turut mengkritik NATO dan menyebut aliansi itu sebagai “jalan satu arah”.

Menurut Rubio, jika negara-negara Eropa tidak mengizinkan penggunaan pangkalan militer mereka untuk kepentingan AS, maka keanggotaan dalam NATO perlu ditinjau ulang.

“Jika NATO hanya berarti kami melindungi Eropa, tetapi mereka menolak memberikan akses pangkalan saat kami membutuhkannya, itu bukan pengaturan yang baik,” ujar Rubio dalam wawancara dengan Fox News.

Sejumlah negara Eropa dilaporkan membatasi penggunaan fasilitas militer oleh AS selama konflik berlangsung.

Italia menolak izin pendaratan pesawat militer AS yang menuju Timur Tengah, sementara Spanyol menutup wilayah udaranya bagi pesawat AS yang menjalankan misi terkait Iran.

Laporan The Telegraph juga menyebutkan bahwa Trump tengah mempertimbangkan perubahan besar dalam NATO, termasuk skema “pay-to-play” yang dapat membatasi peran negara anggota yang tidak memenuhi kewajiban pendanaan.

Selain itu, Trump disebut kembali mempertimbangkan penarikan pasukan AS dari Jerman.

Trump menyatakan bahwa perang kemungkinan dapat berakhir dalam “dua hingga tiga minggu”, dengan tujuan utama mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler