HomeBeritaPBB: Serangan Pemukim dan Pasukan Israel di Tepi Barat Capai Tingkat Tertinggi...

PBB: Serangan Pemukim dan Pasukan Israel di Tepi Barat Capai Tingkat Tertinggi Sepanjang Sejarah

TEPI BARAT – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa serangan yang dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat saat ini telah mencapai tingkat tertinggi yang pernah tercatat dalam sejarah pemantauan internasional.

Juru bicara PBB menyebutkan bahwa sepanjang tahun 2026, rata-rata terjadi enam insiden serangan setiap hari yang mengakibatkan korban jiwa, luka-luka, maupun kerusakan properti milik warga Palestina. Angka tersebut dinilai melampaui catatan tahunan sebelumnya dan menunjukkan eskalasi yang mengkhawatirkan di wilayah pendudukan tersebut.

Menurut data yang disampaikan PBB, lebih dari 230 komunitas Palestina di seluruh wilayah Tepi Barat telah terdampak oleh berbagai bentuk kekerasan yang dilakukan pemukim Israel maupun pembatasan akses yang diberlakukan otoritas pendudukan. Akibat situasi tersebut, sedikitnya 2.200 warga Palestina terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka sejak awal tahun ini.

PBB juga mencatat ratusan keluarga lainnya kehilangan tempat tinggal akibat pembongkaran rumah yang dilakukan otoritas Israel. Kondisi tersebut semakin memperburuk krisis kemanusiaan yang telah berlangsung bertahun-tahun di wilayah pendudukan Palestina.

Laporan terbaru dari komisi penyelidikan PBB mengungkap bahwa kekerasan pemukim meningkat tajam sejak 2023. Komisi tersebut menuduh aparat keamanan Israel kerap hadir saat serangan terjadi dan dalam sejumlah kasus justru memberikan perlindungan kepada para pelaku. PBB menyebut pola tersebut sebagai bagian dari kebijakan yang berkontribusi terhadap perluasan pendudukan dan aneksasi wilayah Palestina.

Sementara itu, kelompok hak asasi manusia internasional juga menyampaikan kekhawatiran serupa. Dalam laporan yang dirilis pekan ini, Amnesty International menuduh pemerintah Israel menjalankan kebijakan sistematis yang mendorong pengusiran warga Palestina dari sejumlah wilayah di Tepi Barat untuk memperluas permukiman Israel. Organisasi tersebut menyebut lebih dari 100 komunitas Palestina mengalami pengosongan sebagian atau seluruh wilayahnya dalam beberapa tahun terakhir.

Situasi keamanan di Tepi Barat semakin menjadi sorotan setelah berbagai insiden mematikan yang melibatkan warga sipil Palestina. Beberapa hari lalu, seorang bayi Palestina berusia tujuh bulan dilaporkan tewas setelah kendaraan yang ditumpanginya ditembak pasukan Israel di dekat Hebron. Insiden tersebut memicu kecaman luas dari berbagai organisasi hak asasi manusia.

Di tengah meningkatnya kekerasan, pemerintah Israel justru tengah membahas rencana alokasi dana sekitar 1 miliar shekel atau setara lebih dari Rp4,4 triliun untuk memperluas permukiman Yahudi di Tepi Barat. Kelompok perdamaian Israel menilai kebijakan tersebut berpotensi memperdalam konflik dan semakin mempersulit terwujudnya solusi dua negara yang selama ini didorong komunitas internasional.

PBB kembali menyerukan penghentian seluruh bentuk kekerasan terhadap warga sipil serta mendesak Israel memenuhi kewajibannya berdasarkan hukum humaniter internasional. Organisasi dunia itu juga meminta langkah konkret untuk melindungi masyarakat Palestina yang tinggal di wilayah pendudukan dan menghentikan praktik pengusiran paksa yang terus meningkat.

Meningkatnya jumlah serangan, pengusiran, dan perluasan permukiman Israel di Tepi Barat menambah kekhawatiran bahwa situasi di wilayah tersebut semakin menjauh dari upaya penyelesaian damai yang adil dan berkelanjutan bagi kedua belah pihak. (cky)

ARTIKEL TERKAIT

Terpopuler