HomeBeritaIsrael Lancarkan Serangan Udara Pertama dalam Sepekan di Gaza Utara, Satu Warga...

Israel Lancarkan Serangan Udara Pertama dalam Sepekan di Gaza Utara, Satu Warga Tewas

BEIT LAHIYA — Militer Israel melancarkan serangan udara di wilayah Beit Lahiya, Gaza utara, pada Rabu (12/8), menandai serangan pertama dalam lebih dari sepekan setelah jeda relatif akibat tekanan Amerika Serikat untuk mendorong rencana perdamaian di Gaza. Serangan itu menewaskan satu warga Palestina dan melukai lima orang lainnya.

Badan pertahanan sipil Gaza mengidentifikasi korban tewas sebagai Mohanad Saada, yang sedang berada di dalam kendaraan roda tiga (tuk-tuk) di dekat Bundaran Barat, Beit Lahiya, saat serangan terjadi. Menurut juru bicara pertahanan sipil Gaza, Mahmoud Basal, Saada merupakan anggota tim pemeliharaan kota yang tengah kembali dari lokasi perbaikan sumur air yang rusak akibat operasi militer sebelumnya.

Lima korban luka dari insiden tersebut dibawa ke Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza. Basal menyatakan bahwa serangan udara dan aksi penargetan oleh Israel nyaris sepenuhnya terhenti selama lebih dari sepekan, sebelum kembali terjadi pada Rabu.

Israel Klaim Targetkan Komandan Hamas

Militer Israel (IDF) menyatakan bahwa serangan tersebut menargetkan seorang komandan sel Hamas yang diduga tengah merencanakan serangan terhadap pasukan Israel yang beroperasi di Gaza utara. IDF tidak mengungkap identitas sasaran maupun memastikan apakah pria tersebut tewas.

“Teroris itu diserang lewat serangan udara untuk menghilangkan ancaman terhadap pasukan IDF,” demikian pernyataan militer Israel, yang disampaikan bersama rekaman video serangan tersebut.

Menurut laporan media Israel, serangan ini merupakan operasi pertama yang dilakukan di bawah aturan otorisasi baru, setelah mendapat persetujuan langsung dari Kepala Staf IDF Letnan Jenderal Eyal Zamir. Penargetan semacam ini sebelumnya dihentikan atas arahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz di tengah tekanan AS dan proses negosiasi.

Terjadi di Tengah Kebuntuan Rencana Damai

Serangan ini terjadi tak lama setelah Netanyahu secara resmi menolak rencana perdamaian 15 poin yang diajukan Presiden AS Donald Trump melalui Board of Peace pada Minggu (9/8). Rencana tersebut mencakup pelucutan senjata penuh Hamas dan kelompok bersenjata lain di Gaza, yang sebelumnya telah disetujui pihak Hamas. Netanyahu menegaskan bahwa Israel baru akan menerima kesepakatan itu setelah Hamas melucuti senjata secara total.

Pejabat Board of Peace sebelumnya telah mendesak Israel menghentikan serangan-serangan bersasaran sebagai bagian dari upaya mendorong kesepakatan tersebut berjalan.

Sejak gencatan senjata yang didukung AS diberlakukan pada Oktober 2025, serangan Israel di Gaza tercatat telah menewaskan lebih dari 1.250 warga Palestina, sebagian besar warga sipil. Sumber militer Israel menyebut sebanyak 514 anggota kelompok bersenjata tewas dan sekitar 150 lainnya luka-luka di sektor Gaza sejak gencatan senjata dimulai.

Belum ada pernyataan resmi lanjutan dari Hamas maupun Board of Peace terkait insiden terbaru ini hingga berita ini diturunkan.

ARTIKEL TERKAIT

Terkini