GAZA CITY — Pasukan Israel kembali melancarkan serangan di berbagai wilayah Jalur Gaza pada Selasa (11/8), menandai hari ke-306 pelanggaran gencatan senjata yang seharusnya berlaku sejak Oktober 2025. Serangan ini turut menewaskan seorang anak berusia 13 tahun serta memperparah krisis kemanusiaan yang membelit warga sipil di wilayah tersebut.
Baku tembak dan tembakan artileri dilaporkan terjadi di sejumlah titik, mulai dari Beit Lahia di Gaza utara, kawasan Sikka di Shuja’iyya sebelah timur Kota Gaza, hingga wilayah utara kamp pengungsi al-Bureij di Gaza tengah. Tank-tank Israel juga menembakkan peluru ke arah timur Deir al-Balah, timur laut dan timur Khan Younis, serta kawasan al-Mawasi di barat Rafah.
Bocah Perempuan Tewas, Konvoi Bantuan Terhambat
Sumber medis mengonfirmasi Saba Na’im Abdullah al-Hashash (13) meninggal dunia pada Senin (10/8) akibat luka tembak yang dideritanya dua hari sebelumnya, ketika pasukan Israel melepaskan tembakan di zona “regional” al-Mawasi, Khan Younis.
Selain itu, tentara Israel juga menembakkan peluru tajam ke arah lahan pertanian di Rafah timur dan menghambat pergerakan konvoi bantuan kemanusiaan yang berupaya menjangkau Gaza utara. Warga di beberapa lingkungan Kota Gaza melaporkan aktivitas tembakan dan drone sepanjang malam.
Berdasarkan data terbaru Kementerian Kesehatan Gaza, rumah sakit menerima satu jenazah tambahan warga yang meninggal akibat luka-luka serta satu korban luka baru dalam 24 jam terakhir. Kementerian menyebut banyak korban masih tertahan di bawah reruntuhan atau di area terbuka yang tidak dapat dijangkau ambulans maupun tim pertahanan sipil akibat pembatasan lapangan dan bahaya tembakan militer yang masih berlangsung.
Krisis Evakuasi Medis dan Data Korban Terkini
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan ribuan pasien di Gaza masih membutuhkan evakuasi medis mendesak. Juru bicara WHO, Tarik Jasarevic, menyebutkan sebanyak 12.913 pasien telah dievakuasi sejak Oktober 2023, termasuk 6.186 anak-anak, bersama 16.000 anggota keluarga pendamping. Evakuasi saat ini berlangsung tiga hingga empat kali per pekan, namun jumlah pasien yang menunggu masih sangat besar — antara 2–8 Agustus, hanya 101 pasien dan 164 pendamping yang berhasil dievakuasi. IMEMC News
Sejak gencatan senjata diumumkan berlaku pada 10 Oktober 2025, jumlah korban tewas di Gaza akibat serangan Israel mencapai 1.259 jiwa dengan 4.146 orang luka-luka, ditambah 807 jenazah yang berhasil ditemukan dari reruntuhan. Secara kumulatif sejak 7 Oktober 2023, jumlah warga Palestina yang tewas mencapai 73.387 jiwa dengan 174.257 orang luka-luka.
Pejabat kesehatan Gaza memperingatkan bahwa angka korban sebenarnya kemungkinan lebih tinggi dari data yang tercatat saat ini, mengingat keterbatasan akses tim penyelamat ke sejumlah lokasi.


