HomeBeritaTepung di Gaza Habis, Toko Roti Terancam Tutup; 30 Truk Tepung Komersial...

Tepung di Gaza Habis, Toko Roti Terancam Tutup; 30 Truk Tepung Komersial Dijadwalkan Masuk Hari Ini

GAZA CITY — Stok tepung di gudang-gudang Jalur Gaza dilaporkan habis dan tujuh toko roti yang masih beroperasi terancam berhenti dalam 48 jam, kata Ketua Asosiasi Pemilik Toko Roti Gaza, Abdul Nasser al-Ajrami, pada Kamis (22/10/2026). Ia menyebut penyebabnya adalah penutupan perlintasan oleh Israel selama sepekan terakhir dan tertahannya tepung komersial. Pada Jumat (23/10), ia mengumumkan bahwa Israel menyetujui masuknya 30 truk tepung komersial lewat perlintasan Kerem Shalom hari ini, Minggu (25/10).

Tujuh dari 20 Toko Roti Masih Beroperasi

Al-Ajrami menyampaikan hal itu kepada kantor berita resmi Palestina, WAFA. Menurut dia, hanya tujuh dari 20 toko roti di Gaza yang masih berproduksi.

Tepung yang masih beredar di pasar berasal dari Program Pangan Dunia PBB (WFP). Toko roti komersial yang bergantung pada tepung dari perlintasan telah berhenti beroperasi.

Al-Ajrami juga mengatakan tepung komersial tidak masuk ke Gaza selama lebih dari 10 hari, menurut Pusat Informasi Palestina (PIC). Laporan yang sama menyebut antrean panjang kembali terlihat di depan toko roti.

Tekanan bertambah setelah WFP pada Senin (19/10) memutuskan mengurangi bantuan bagi lebih dari setengah juta orang di Gaza karena kekurangan dana, menurut WAFA. Langkah itu meningkatkan permintaan tepung dan mendorong kenaikan harga.

Dua Versi soal Penghentian Barang Komersial

COGAT, badan militer Israel yang mengurusi koordinasi sipil di wilayah Palestina, mengumumkan pada Rabu (14/10) bahwa barang komersial tidak lagi masuk ke Gaza. Menurut Associated Press, COGAT menyebut keputusan itu berasal dari pedagang Gaza yang keberatan atas pungutan Hamas. Para importir Palestina membantah klaim tersebut.

Kepala serikat pengusaha truk swasta Gaza, Nahed Sheheiber, mengatakan kepada AP bahwa Israel yang mengambil keputusan itu. COGAT memperkirakan kebutuhan Gaza sekitar 250 truk per hari, sementara AP mencatat gencatan senjata menetapkan batas minimal 600 truk per hari.

Al-Ajrami mengatakan kepada The New Arab bahwa Kerem Shalom sudah dibuka kembali setelah ditutup beberapa hari, tetapi belum ada tepung yang masuk hingga Kamis. Media itu juga melaporkan bahwa truk yang dijadwalkan masuk pada hari tersebut dicegah oleh pemukim Israel.

Kementerian Pembangunan Sosial Gaza memperingatkan bahwa penutupan toko roti dan pembatasan pasokan tepung dapat berdampak kemanusiaan yang sangat parah, seperti dilaporkan The New Arab.

Pengiriman Dijadwalkan Hari Ini

Menurut PIC, al-Ajrami mengatakan pada Jumat bahwa Israel menyetujui masuknya 30 truk tepung komersial lewat Kerem Shalom pada Minggu. Rencana itu menimbulkan harapan sebagian toko roti yang tutup bisa kembali beroperasi, kata laporan tersebut.

Gaza Media belum menemukan konfirmasi dari COGAT atas persetujuan itu. Belum ada pula laporan bahwa truk tersebut telah tiba hingga artikel ini ditulis.

Gencatan senjata di Gaza berlaku sejak 10 Oktober 2025. Pada 9 Oktober 2026, lebih dari 100 organisasi kemanusiaan dan hak asasi manusia menyatakan 1,4 juta orang di Gaza menghadapi kerawanan pangan tingkat krisis atau lebih parah hingga akhir tahun, menurut Al Jazeera.

Sumber: Bernama-WAFA (22/10/2026); The New Arab; Pusat Informasi Palestina (PIC, 24/10/2026); Associated Press via ABC News (15/10/2026) dan Ahram Online; Al Jazeera (9/10/2026).

ARTIKEL TERKAIT

Terkini