HomeBeritaIsrael Bunuh 17 Warga Palestina di Gaza, Serangan Berlanjut di Tengah Rencana...

Israel Bunuh 17 Warga Palestina di Gaza, Serangan Berlanjut di Tengah Rencana Perdamaian Trump

DEIR AL-BALAH — Pasukan Israel menewaskan sekurangnya 17 warga Palestina dalam serangkaian serangan di berbagai wilayah Jalur Gaza pada Senin (3/8/2026), hanya beberapa hari setelah Dewan Perdamaian pimpinan Presiden AS Donald Trump mengumumkan peta jalan 15 poin untuk implementasi gencatan senjata. Korban tewas tersebar di Deir al-Balah, Jabalia, dan Kota Gaza, menurut sumber medis setempat.

Di Deir al-Balah, Gaza tengah, pasangan suami istri Kamal Abu Muailiq (68) dan Huda Abu Muailiq (59) tewas setelah rumah mereka menjadi sasaran serangan udara Israel. Di area yang sama, dua bersaudara tewas ketika sedang mengendarai sepeda motor.

Di Jabalia, Gaza utara, seorang warga Palestina tewas setelah menjadi target langsung serangan. Sementara itu, sebuah serangan drone menghantam tenda pengungsian di lingkungan Remal, sebelah barat Kota Gaza, menewaskan dua orang, salah satunya anak-anak. Empat korban lain tewas dalam serangan terhadap sebuah kendaraan di Kota Gaza.

Pelanggaran Berulang atas Gencatan Senjata

Gencatan senjata antara Israel dan Hamas resmi berlaku sejak 10 Oktober 2025. Namun sejak saat itu, Israel tercatat berulang kali melakukan serangan yang menewaskan lebih dari 1.200 warga Palestina, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza.

Kementerian Kesehatan Gaza mencatat delapan warga Palestina tewas dan 76 lainnya luka-luka dalam periode 24 jam pada akhir pekan lalu, menjelang gelombang serangan hari ini. Dengan tambahan korban terbaru, total kematian Palestina sejak dimulainya perang pada Oktober 2023 diperkirakan mendekati 73.400 jiwa.

Serangan hari ini terjadi dua hari setelah Dewan Perdamaian yang dipimpin Trump mempublikasikan peta jalan implementasi kesepakatan gencatan senjata tahun lalu. Peta jalan itu sendiri belum diterapkan di lapangan.

Hamas Tunggu Penarikan Israel

Hamas menyatakan pihaknya baru akan menyerahkan senjata untuk disimpan setelah Israel menghentikan operasi militer dan menarik pasukannya, sesuai kesepakatan tahun lalu. Namun seorang pejabat Israel yang dikutip kantor berita Reuters mengatakan tidak akan ada penarikan pasukan dari posisi saat ini kecuali Hamas menjalani “pelucutan senjata yang sesungguhnya”.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu belum memberikan komentar publik atas inisiatif tersebut. Sementara itu, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir dari sayap kanan menyebut rencana itu tidak dapat diterima dan menyerukan agar Israel tetap menyasar para pemimpin Hamas.

Mantan pejabat senior Fatah, Mohammed Dahlan, yang berbasis di Uni Emirat Arab, mengatakan penasihat senior AS Jared Kushner sedang bekerja sama dengan Israel untuk menghentikan serangan di Gaza. Menurut Dahlan, keberhasilan kesepakatan kini bergantung pada penghentian penuh serangan harian Israel.

ARTIKEL TERKAIT

Terkini