Tiga anggota kepolisian termasuk di antara lima warga Palestina yang tewas akibat serangan Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza pada Jumat (26/6), di tengah terus berlanjutnya pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata di wilayah tersebut.
Sumber medis di Rumah Sakit Al-Aqsa Martyrs mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa jenazah tiga warga Palestina serta dua korban luka dibawa ke rumah sakit setelah sebuah drone Israel menyerang kendaraan sipil di pintu masuk Kamp Pengungsi Al-Maghazi, Gaza tengah.
Menurut saksi mata, drone Israel menembakkan sedikitnya dua rudal ke arah kendaraan tersebut hingga terbakar, menyebabkan korban tewas dan luka-luka.
Dalam pernyataan singkat yang dirilis kemudian, Kementerian Dalam Negeri Gaza menyatakan bahwa tiga korban tewas tersebut merupakan perwira dan anggota kepolisian, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Seorang warga Palestina bernama Oday Younis (35) juga tewas dalam serangan drone Israel di Beit Lahia. Jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit Al-Shifa, menurut sumber medis kepada Anadolu Agency.
Sumber-sumber lokal mengatakan Younis tewas saat sedang mengumpulkan kayu bakar di dekat posisi militer Israel di Beit Lahia.
Sebelumnya pada Jumat, Walid Haniyeh (32) meninggal dunia akibat luka kritis yang dideritanya setelah serangan drone Israel pada Kamis di kawasan Al-Nasr, sebelah barat Kota Gaza.
Di Gaza selatan, seorang pemuda mengalami luka sedang setelah pasukan Israel melepaskan tembakan di kawasan Nemsawi, sebelah barat Khan Younis, menurut sumber medis.
Saksi mata mengatakan kendaraan militer Israel melepaskan tembakan senapan mesin berat ke arah rumah-rumah warga Palestina di kawasan permukiman di bagian selatan dan barat kota tersebut.
Perjanjian gencatan senjata di Gaza mulai berlaku sejak 10 Oktober 2025, namun berbagai pelanggaran masih terus dilaporkan di seluruh wilayah Jalur Gaza.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, hingga Kamis (25/6), pelanggaran gencatan senjata oleh Israel telah menyebabkan 1.031 warga Palestina tewas dan 3.309 lainnya terluka.
UNICEF sebelumnya juga melaporkan bahwa lebih dari 260 anak Palestina telah terbunuh di Gaza sejak gencatan senjata mulai berlaku.

