DEIR AL-BALAH — Juru kamera jaringan televisi Al Jazeera, Ahmed Wishah, tewas dalam serangan udara Israel yang menghantam sebuah rumah di kamp pengungsi Bureij, Gaza tengah, pada Sabtu (20/6). Pemakamannya berlangsung pada Minggu (21/6) di Rumah Sakit Al-Aqsa di Deir al-Balah, di mana sejumlah warga Palestina berkumpul untuk mengantar jenazahnya, di tengah gencatan senjata yang telah berlaku sejak 10 Oktober 2025.
Wishah merupakan satu dari dua orang yang tewas dalam serangan tersebut, sementara sedikitnya satu warga Palestina lain terluka, menurut jurnalis Al Jazeera di Gaza. Ia bekerja sebagai juru kamera untuk Al Jazeera Mubasher.
Al Jazeera Menuntut Pertanggungjawaban
Jaringan Al Jazeera Media Network mengecam apa yang disebutnya sebagai “pembunuhan yang disengaja” terhadap Wishah. Dalam pernyataannya, jaringan itu menyatakan Wishah adalah pekerja media Al Jazeera ke-12 yang tewas di Gaza sejak perang dimulai pada Oktober 2023.
Al Jazeera menyerukan kepada komunitas internasional dan lembaga-lembaga hukum untuk mengambil tindakan segera guna meminta pertanggungjawaban para pejabat Israel. Duka ini menambah catatan kelam bagi keluarga Wishah: saudaranya, Mohamed Wishah, yang juga koresponden Al Jazeera, tewas dalam serangan Israel pada April lalu.
Militer Israel menyatakan kepada AFP bahwa pihaknya menargetkan Wishah dalam “serangan presisi”, dengan klaim bahwa ia merupakan bagian dari sayap militer Hamas dan menimbulkan ancaman bagi pasukan di kawasan tersebut. Juru bicara militer tidak segera memberikan bukti pendukung atas klaim itu. Militer Israel telah berulang kali menuding sebagian jurnalis Palestina di Gaza memiliki afiliasi dengan kelompok bersenjata, tuduhan yang dibantah oleh Al Jazeera dan kelompok pembela kebebasan pers.
Menurut organisasi media Palestina dan kelompok kebebasan pers, kematian Wishah membawa jumlah jurnalis Palestina yang tewas sejak Oktober 2023 menjadi sedikitnya 260 orang.
Sepuluh Tewas dalam Sehari
Kematian Wishah merupakan bagian dari rangkaian serangan Israel yang menewaskan sedikitnya 10 orang di seluruh Gaza pada Sabtu, menurut laporan Al Jazeera dari lapangan. Korban termasuk empat anggota satu keluarga, di antaranya dua anak, yang rumahnya di kawasan tengah Kota Gaza terkena serangan. Seorang pria tewas di sebelah utara Kota Gaza, sementara seorang perempuan tewas akibat tembakan Israel di Beit Lahia.
Serangan Israel juga menghantam dekat kerumunan orang di lingkungan Sheikh Radwan, Kota Gaza, dan di kawasan barat Khan Younis, menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai beberapa lainnya.
Sejak gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat mulai berlaku pada Oktober, serangan Israel hampir setiap hari telah menewaskan lebih dari 1.000 warga Palestina, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. Adapun jumlah total korban tewas sejak perang dimulai pada Oktober 2023 telah mencapai 73.018 jiwa. Kementerian tersebut, yang dikelola tenaga medis profesional, memelihara catatan rinci yang dinilai kredibel oleh badan-badan PBB dan pakar independen, dan menyatakan perempuan serta anak-anak mencakup sekitar separuh dari seluruh korban tewas. (IW)

