HomeBeritaKorban Tewas di Gaza Lampaui 73.000 saat Serangan Israel Berlanjut di Tengah...

Korban Tewas di Gaza Lampaui 73.000 saat Serangan Israel Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

GAZA — Jumlah total korban tewas warga Palestina di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah melampaui 73.000 jiwa, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. Angka ini terus bertambah saat serangan Israel berlanjut hampir setiap hari, meski gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat telah berlaku sejak 10 Oktober 2025.

Kementerian Kesehatan Gaza mencatat hampir 175.000 orang terluka selama periode tersebut. Kementerian, yang merupakan bagian dari pemerintahan yang dipimpin Hamas, memelihara catatan korban secara rinci dan datanya dinilai kredibel oleh badan-badan PBB serta para pakar independen.

Korban Baru Sepanjang Akhir Pekan

Rangkaian serangan terbaru menambah daftar korban sipil. Seorang perempuan Palestina tewas dalam serangan Israel di Jalur Gaza bagian tengah pada Senin (15/6). Serangan itu menyusul tewasnya sedikitnya enam warga Palestina pada Minggu dan tiga orang pada Sabtu.

Pada Minggu, sebuah serangan Israel di kamp pengungsi Jabaliya, Gaza utara, menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai sejumlah lainnya, menurut pejabat kesehatan di Rumah Sakit al-Shifa tempat para korban dibawa.

Militer Israel menyatakan serangan-serangannya sejak Oktober merupakan respons terhadap pelanggaran kesepakatan oleh pihak Palestina. Dalam berbagai insiden sebelumnya, militer menyebut menargetkan kombatan, tanpa selalu memberikan bukti pendukung. Banyak warga Gaza menyatakan eskalasi korban membuat situasi terasa seolah perang berlanjut tanpa henti.

Gencatan Senjata yang Rapuh

Gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober tahun lalu masih berada pada tahap pertama. Transisi ke tahap berikutnya terhambat oleh kebuntuan seputar isu perlucutan senjata Hamas.

Diplomat senior yang mengawasi gencatan senjata, Nickolay Mladenov, menyatakan kemajuan pada seluruh isu lain — termasuk rekonstruksi, penarikan pasukan Israel, dan pembentukan pemerintahan Palestina baru — tertahan oleh kebuntuan tersebut.

Perang telah membuat sebagian besar penduduk Palestina yang berjumlah lebih dari dua juta jiwa kehilangan tempat tinggal, meninggalkan sebagian besar wilayah Gaza dalam puing, dan menciptakan kelangkaan luas bahan pangan, obat-obatan, serta kebutuhan dasar lainnya. Seluruh lintas perbatasan menuju Gaza, kecuali satu, berada di bawah kendali Israel, yang membatasi masuknya bantuan kemanusiaan.

Perang bermula dari serangan pimpinan Hamas ke Israel selatan pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyebabkan lebih dari 250 orang disandera, menurut data Israel.(IW)

ARTIKEL TERKAIT

Terpopuler