HomeBaitul MaqdisKorban Tewas di Gaza Tembus 73.399 Jiwa, Serangan Israel Berlanjut Meski Gencatan...

Korban Tewas di Gaza Tembus 73.399 Jiwa, Serangan Israel Berlanjut Meski Gencatan Senjata Berlaku

KOTA GAZA — Serangan militer Israel di Jalur Gaza terus berlangsung dalam 48 jam terakhir hingga Senin (17/8), menewaskan sedikitnya lima warga Palestina dan melukai 18 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza. Serangan ini terjadi meski gencatan senjata resmi masih berlaku sejak 10 Oktober 2025.

Kementerian Kesehatan Gaza mencatat dua korban tewas dalam serangan terbaru, sementara tiga jenazah lainnya ditemukan pada periode yang sama. Petugas penyelamat masih kesulitan menjangkau sejumlah korban yang tertimbun reruntuhan bangunan maupun berada di ruas jalan, dan jumlah pasti korban yang masih terjebak belum dapat dipastikan.

Salah satu korban meninggal dunia pada Senin pagi setelah sebelumnya mengalami luka akibat serangan beberapa bulan lalu di wilayah selatan Deir al-Balah. Di kawasan al-Mawasi, sebelah barat Khan Younis, seorang anak dilaporkan terluka setelah kendaraan militer Israel menembaki tenda pengungsian di kawasan Bir 19.

Di Kota Gaza, sejumlah warga terluka setelah artileri Israel menghantam kawasan al-Tuffah. Sebuah rumah di dekat persimpangan al-Sanafour dilaporkan terkena tembakan dan terbakar, sementara pesawat tempur Israel melancarkan dua serangan udara di bagian timur kota. Di selatan Gaza, pesawat militer Israel turut beroperasi saat artileri menghantam sejumlah wilayah di selatan Khan Younis.

Total Korban Sejak Gencatan Senjata

Dengan tambahan korban terbaru, Kementerian Kesehatan Gaza mencatat jumlah korban sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025 mencapai 1.265 orang tewas dan 4.198 lainnya terluka. Sebanyak 813 jenazah juga telah ditemukan selama periode tersebut.

Secara keseluruhan, sejak serangan Israel dimulai pada 7 Oktober 2023, jumlah korban tewas di Gaza tercatat mencapai 73.399 jiwa, dengan 174.310 orang lainnya terluka, menurut data resmi Kementerian Kesehatan Gaza yang dirilis Senin.

2,15 Juta Pengungsi Hadapi Krisis Tempat Tinggal

Di tengah serangan yang belum berhenti, lebih dari 2,15 juta warga Palestina yang mengungsi kini menghadapi persoalan tempat tinggal yang semakin tidak layak. Kantor Media Pemerintah Gaza menyerukan bantuan segera bagi para pengungsi serta meminta tekanan internasional agar Israel membuka akses masuk karavan, tenda, dan kebutuhan perlindungan lainnya.

Menurut kantor tersebut, sekitar 867.000 pengungsi masih tinggal di tenda-tenda usang yang membutuhkan penggantian segera.

Situasi ini terjadi di tengah kebuntuan diplomatik atas peta jalan fase kedua gencatan senjata. Delapan negara — Mesir, Qatar, Yordania, Uni Emirat Arab, Indonesia, Pakistan, Turki, dan Arab Saudi — pada Senin mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam penolakan Israel terhadap peta jalan tersebut, yang mencakup penonaktifan senjata Hamas secara bertahap, penarikan pasukan Israel, penempatan pasukan stabilisasi internasional, serta pengalihan kewenangan administratif kepada Komite Nasional untuk Administrasi Gaza.

Pemerintah Israel sebelumnya menyatakan tidak akan menarik pasukannya dari Gaza sebelum Hamas melucuti senjata sepenuhnya, sementara Hamas menuduh Israel sengaja menghambat implementasi kesepakatan.

ARTIKEL TERKAIT

Terkini