Israel hadapi krisis penuaan penduduk yang semakin serius di tengah peringatan mengenai defisit kesejahteraan di masa depan dan meningkatnya tekanan terhadap lembaga-lembaga negara, menurut laporan yang diterbitkan harian Israel Haaretz pada Ahad (21/6), dilanisr dari Anadolu Agency.
Surat kabar tersebut mengutip Pengawas Negara Israel, Matanyahu Englman yang memperingatkan, Israel gagal membangun respons nasional yang terkoordinasi terhadap penuaan penduduknya meskipun masalah tersebut telah diakui secara resmi selama lebih dari satu dekade sebagai tantangan sosial-ekonomi yang besar.
“Penuaan penduduk adalah salah satu tantangan utama yang dihadapi Israel,” kata Englman, seraya menggambarkan perawatan yang layak bagi populasi lanjut usia sebagai “kewajiban moral dan berbasis nilai.”
Pengawas negara mengatakan otoritas gagal membangun respons yang terkoordinasi meski telah bertahun-tahun menerima peringatan resmi
Ia mengatakan audit yang dilakukan menemukan “kesenjangan besar antara pengakuan pemerintah terhadap pentingnya tantangan tersebut dan tindakan nyata yang dilakukan.”
Menurut laporan itu, saat ini sekitar 1,3 juta pemukim Israel berusia 65 tahun ke atas, atau sekitar 13 persen dari total populasi, dan jumlah tersebut diperkirakan meningkat menjadi 2 juta orang pada tahun 2050.
Englman memperingatkan meningkatnya pengeluaran untuk tunjangan perawatan lansia dapat mendorong Lembaga Asuransi Nasional Israel mengalami defisit kas pada tahun 2035.
Laporan tersebut menemukan berbagai kesenjangan dalam sistem pensiun, layanan kesehatan, perawatan jangka panjang, layanan kesejahteraan sosial, serta sistem dukungan masa pensiun.
Disebutkan pula tanggung jawab terkait urusan lansia masih terbagi di antara beberapa lembaga dan institusi pemerintah, tanpa adanya satu otoritas tunggal yang bertanggung jawab atas koordinasi, penganggaran, maupun pelaksanaan kebijakan.
Englman mengatakan ‘pemerintah’ gagal melaksanakan secara penuh keempat jalur kebijakan utama yang disetujui pada tahun 2015 untuk menghadapi penuaan populasi.
Kebijakan tersebut mencakup menjaga stabilitas keuangan asuransi kesehatan, menyesuaikan kebijakan pensiun dengan meningkatnya harapan hidup, meningkatkan partisipasi kerja lansia, serta memperbaiki sistem layanan kesehatan dan perawatan lansia.
Israel hingga kini belum memiliki rencana nasional komprehensif jangka panjang untuk menghadapi penuaan penduduk, sementara sistem kesehatan, kesejahteraan sosial, dan layanan perawatan lansia masih mengalami kesenjangan struktural yang besar yang dapat semakin memburuk dalam beberapa dekade mendatang.
Ia menambahkan sistem kesehatan Israel juga mengalami kekurangan serius tenaga spesialis geriatri atau dokter yang menangani kesehatan lanjut usia.
Englman menutup laporannya dengan peringatan populasi Israel menua dengan cepat sementara otoritas negara masih belum siap menghadapi konsekuensi ekonomi, kesehatan, dan sosial dari tren tersebut.

