GAZA CITY — Serangan udara Israel menghantam sebuah kendaraan di lingkungan Tel al-Hawa, Gaza City, pada Minggu (13/9/2026), menewaskan sedikitnya dua warga Palestina dan melukai 13 orang lainnya. Militer Israel (IDF) menyatakan serangan tersebut menyasar dua operator Hamas, sementara petugas medis setempat melaporkan kesulitan mengidentifikasi korban tewas karena kondisi jenazah yang hancur akibat ledakan.
Serangan terjadi di tengah masa gencatan senjata yang telah berlaku sejak 10 Oktober 2025, namun serangan-serangan Israel terhadap wilayah Gaza masih terus berlangsung dengan alasan menindak pelanggaran kesepakatan oleh Hamas.
Kronologi Serangan
Menurut laporan yang dihimpun dari petugas medis di lapangan, ledakan yang menghantam kendaraan tersebut membuat tubuh dua korban tewas dalam kondisi tercerai-berai sehingga sulit dikenali. Otoritas kesehatan Gaza meminta bantuan masyarakat untuk membantu proses identifikasi.
Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan kendaraan yang menjadi sasaran serangan dalam kondisi hancur, dengan atap dan pintu yang terlepas akibat ledakan.
IDF dalam pernyataannya mengklaim serangan tersebut menewaskan dua orang yang diidentifikasi sebagai anggota teknis Hamas, yakni Hassan Ali Abu Nada dan Abd al-Rahim Ahmad Khalil Khawa. Militer Israel menyebut keduanya terlibat dalam upaya membangun kembali kapasitas kelompok tersebut, sesuatu yang menurut Israel melanggar ketentuan gencatan senjata.
Rangkaian Serangan dalam Sepekan Terakhir
Serangan di Tel al-Hawa bukan insiden tunggal. Pada Kamis (10/9/2026), serangan udara Israel juga menewaskan Muhammad Abdul Salam al-Yazouri yang disebut sebagai komandan Brigade Khan Younis milik Hamas, serta Moamen Jabr Al-Sayed Abu Labda yang menurut IDF menjabat komandan unit penembak jitu Brigade Rafah.
Militer Israel mengklaim bahwa dalam dua pekan terakhir, lebih dari 20 operator yang disebut sebagai anggota militan telah tewas dalam serangan-serangan di Jalur Gaza, termasuk lima komandan kompi dan lima komandan peleton dari unit elite Nukhba.
Klaim-klaim tersebut hingga berita ini diturunkan belum dapat diverifikasi secara independen oleh pihak ketiga.
Situasi Kemanusiaan
Data terbaru yang dihimpun media menunjukkan jumlah korban tewas warga Palestina di Gaza sejak Oktober 2023 telah mencapai sedikitnya 73.420 jiwa, menurut sumber medis Gaza yang dikutip pada akhir Agustus 2026. Angka ini belum termasuk korban dari rangkaian serangan pada pekan-pekan setelahnya.
Di sisi lain, layanan kesehatan di Gaza terus mengalami tekanan berat. Beberapa generator rumah sakit dilaporkan berhenti beroperasi dalam beberapa hari terakhir akibat kelangkaan bahan bakar dan suku cadang, dengan pasokan minyak yang diizinkan masuk oleh Israel hanya mencukupi untuk kebutuhan darurat.
Situasi ini menambah tekanan pada infrastruktur kesehatan yang sebelumnya sudah rapuh akibat kerusakan luas selama hampir dua tahun konflik.


