berita

Meski Ditembaki, Aktivis Sudan Seru Gelar Demonstrasi Besar-Besaran Lagi

GAZA MEDIA, SUDAN – Para aktivis sudan menyerukan warga untuk kembali menggelar demonstrasi besar-besaran. Mereka tetap menuntut junta militer untuk mundur dan mengaktifkan pemerintah sipil . PBB juga telah meminta otoritas de facto dan pasukan keamanan Sudan untuk menahan diri.

Para demonstran bersumpah untuk meningkatkan protes setelah 15 warga sipil dilaporkan tewas pada Rabu (17/11/2021).

Jenderal Abdel Fattah Al Burhan dinilai telah menggagalkan transisi Sudan menuju pemerintahan sipil. Para aktivis pro-demokrasi menghadapi perjuangan yang semakin berbahaya di jalanan.

Kekerasan terbaru mengundang kecaman dari negara-negara Barat yang telah menangguhkan bantuan ekonomi sejak kudeta. Terlepas dari tekanan ekonomi, Sudan sangat membutuhkan bantuan dan upaya menengahi jalan keluar dari krisis telah terhenti.

Juru bicara PBB Stephane Dujarric menyatakan konfrontasi dengan junta militer tidak menunjukkan tanda-tanda akan mundur.

“Kebebasan berekspresi dan berkumpul adalah hak asasi manusia mendasar yang diberikan kepada setiap orang Sudan,” kata Dujarric. Dia menambahkan mereka perlu memiliki kesempatan untuk mengekspresikan diri secara damai dan tanpa takut akan pembalasan. Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS mengatakan itu menjadi momen yang sangat kritis.

Dia mengungkapkan perasaan positif tentang pembicaraan baru-baru ini yang diadakan oleh Asisten Menteri Luar Negeri Molly Phee di Khartoum. Tetapi, tampaknya berlawanan dengan intuisi.

Berbicara di ibukota Nigeria, Abuja, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, Jumat (19/11) mengatakan prihatin dengan pertumpahan darah . Dia mengutuk pembunuhan itu, dan mendesak militer untuk mengizinkan demonstrasi damai.

Para pengunjuk rasa menggambarkan perilaku polisi selama protes sebagai lebih agresif dari sebelumnya. Hal itu menjadi tanda terbaru, militer ingin memperkuat posisinya. Militer mengatakan protes damai diizinkan, tetapi bentrokan jalanan kembali mengguncang Khartoum.

Seorang saksi mata mengatakan pasukan keamanan menembakkan gas air mata dan peluru tajam saat menyingkirkan barikade.

Seorang saksi di Omdurman, di seberang Sungai Nil, mengatakan pasukan keamanan juga menyingkirkan barikade. Bahkan, menggunakan gas air mata saat menangkap pengunjuk rasa. Sekelompok komite perlawanan lingkungan yang mengoordinasikan gerakan protes di timur Khartoum mengumumkan eskalasi terbuka terhadap kudeta.

“Sekarang kami membuat konsultasi di antara komite perlawanan tentang meningkatkan eskalasi terhadap kudeta,” kata seorang anggota senior komite. Gambar orang-orang yang tewas dalam demonstrasi sebelumnya dipajang tinggi-tinggi selama protes.

“Saya tidak berpikir kekerasan akan berbuat banyak dalam melawan kudeta,” []

Warga Srinagar Menuntut India Pulangkan Korban Sipil Yang Tewas

GAZA MEDIA, KASHMIR – Puluhan kerabat dua warga sipil yang tewas dalam baku tembak kontroversial di wilayah Kashmir yang dikuasai India melancarkan protes di kota utama wilayah sengketa itu . Mereka menuntut pihak berwenang untuk memulangkan mayat kedua korban untuk mereka makamkan.

Empat orang, termasuk dua warga sipil dan dua tersangka pejuang Kashmir, tewas Senin malam dalam serangan pasukan pemerintah di Srinagar, kata polisi.

Para anggota keluarga kedua korban sipil yang diidentifikasi sebagai Mohammad Altaf Bhat, seorang pedagang, dan Mudassir Ahmed, seorang dokter bedah gigi dan agen real estat, berkumpul di kawasan di Srinagar di mana beberapa kantor media berlokasi, dan menuntut pemulangan jasad keduanya.

Haneef Bhat, saudara Mohammad Altaf Bhat, mengatakan, “Kami menuntut agar jasad saudara saya dikembalikan. Pesan saya bagi warga Kashmir, baik orang Sikh, Pandit, atau dari komunitas lainnya, adalah, jika ini terjadi pada kami, ini mungkin juga terjadi pada kalian. Saya ingin orang-orang bergabung dalam menuntut keadilan karena kalau kita tidak bersatu, badai ini akan menghantam kita semua.”

Polisi mengatakan warga sipil itu tewas dalam baku tembak antara pasukan pemerintah dan pejuang Kashmir, yang mencakup seorang warga Pakistan. Namun, para saksi mata dan kerabat korban sipil mengatakan, pasukan India menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia selama bentrokan.

Sejak itu, pihak berwenang telah menguburkan mayat ratusan tersangka pejuang Kashmir dan rekan mereka, termasuk warga sipil, di makam-makam tak bernisan di daerah-daerah terpencil, menolak keinginan keluarga mereka mengenai pemakaman yang layak. []

Anak Yatim Piatu Afghanistan Butuh Tempat Tinggal

GAZA MEDIA, KABUL – Di Afghanistan total ada 68 panti asuhan yang merupakan milik publik dan swasta. Akan tetapi, 26 di antaranya telah ditutup karena krisis ekonomi. Krisis ekonomi juga menyebabkan penurunan adopsi dan aplikasi keluarga asuh.

Sebelum Taliban berkuasa, ada 9.319 anak yang ditampung di panti asuhan Afghanistan. Namun, setelah krisis ekonomi, jumlah itu turun menjadi 3.566 karena banyak anak yang diusir.

Empat dari sepuluh anak di panti asuhan Afghanistan dikirim kembali ke kerabat mereka. Krisis ekonomi yang semakin berkembang memengaruhi kelangsungan panti asuhan yang menyebabkan ribuan anak yatim piatu dibiarkan tanpa tempat tinggal.

Krisis di Afghanistan telah membuat panti asuhan menghadapi banyak tantangan. Selain pemadaman listrik yang sering terjadi, air juga sulit ditemukan. Bangunan panti berada dalam kondisi buruk yang dilengkapi masalah kebersihan.

Hotak menyebut anak-anak panti sangat membutuhkan makanan, khususnya untuk stok pangan menjelang musim dingin nanti. Selain makanan, mereka juga membutuhkan pakaian untuk menghangatkan mereka dan alat tulis untuk belajar.

Sejak Taliban merebut kekuasaan, petugas panti asuhan termasuk Direktur Panti Asuhan Feyzan Ahmed Kaker hanya menerima upah sebulan. Meski begitu, petugas melihat pekerjaan mereka sebagai ibadah dan memilih untuk tetap bekerja.

“Jika sumber daya disediakan dan situasi ekonomi membaik, anak-anak yang dikirim ke kerabat mereka dapat mendaftar ke panti asuhan lagi. Bahkan sekarang, beberapa anak melamar tetapi kami tidak dapat menerima mereka karena sumber daya dan operasi panti yang tidak mencukupi,” []

Ratusan Ulama Aceh Berkumpul di Kutaraja

GAZA MEDIA, BANDA ACEH – Sekitar 400-an ulama dari seluruh penjuru Aceh akan berkumpul di Kutaraja, Banda Aceh selama dua hari, 10 hingga 11 November.  Mereka akan bersilaturrahmi sekaligus memetakan perpolitikan di tanah air termasuk peran ulama Aceh.

Pertemuan tersebut akan dihadiri oleh sejumlah ulama sepuh atau kharismatik Aceh. Ada juga sejumlah ulama muda serta alumni dayah dan universitas di Aceh.

Ketua Panitia Silaturahmi Akbar Ulama se-Aceh, Teungku Umar Rafsanjani yang juga pimpinan Dayah Mini Aceh, Senin (8/11) kepada Gaza Media mengatakan, konferensi pers pertemuan itu sudah digelar Senin siang yang dihadiri oleh ulama kharismatik Aceh, Tgk H Muhammad Yusuf A Wahab atau lebih disapa Tusop Jeunieb serta beberapa ulama muda lainnya.

“Pertemuan ini mengambil tema “Peran Ulama dalam Perbaikan Politik di Aceh,” kata Teungku Umar.

Ia mengatakan, semua ulama diundang, baik yang berafiliansi dengan Parpol maupun yang tidak berafiliansi dengan parpol manapun.

Sementara itu, Tusop menyampaikan pertemuan itu untuk silaturrahami yang dilatarbelakangi persoalan keumatan di Aceh saat ini.

“Kita perlu menjelaskan supaya tak terjebak persepsi keliru. Silaturahmi ini berlatar belakang banyaknya persoalan di tengah tengah umat di Aceh. Pertemuan ini bukan berbicara soal partai politik tapi cara berpolitik. Kita tidak kekurangan partai, tapi cara berpolitik,” kata Tusop

Tu Sop melihat, situasi perpolitikan Aceh saat ini sudah sedikit membentuk eksklusifitas, sehingga hal itu mengakibatkan banyak masyarakat terabaikan.

Karena itu, kehadiran ulama dinilai sangat diperlukan memperbaiki kondisi politik Aceh hari ini, sehingga nantinya para ulama dapat merumuskan apa saja yang harus dilakukan untuk membuat keadaan menjadi lebih baik demi keselamatan umat.

“Maka dengan itu ulama Aceh hadir di tengah persoalan umat untuk memperbaiki keadaan saat ini,” demikian Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) itu.

Teungku Umar menambahkan sejumlah ulama kharismatik yang bakal hadir, seperti Abu Mudi, Abu Kuta Krueng, Abu Langkawie, , Abuya Anwar, Abu Jafar, Abu Mawardi Dayah Darussalam serta Waled Husaini Selimeum.

“Yang sudah konfirmasi sekitar 400-an,” kata Tgk Umar Rafsanjani. []