ASKALAN — Dua aktivis kemanusiaan internasional dari misi Global Sumud Flotilla (GSF), Thiago Avila dan Saif Abukeshek, akhirnya resmi dibebaskan pada Minggu (10/5/2026), setelah sebelumnya ditahan otoritas Israel dalam operasi kontroversial di perairan internasional Laut Mediterania. Keduanya kini telah dideportasi dan dipulangkan ke negara masing-masing.
Kabar pembebasan tersebut dikonfirmasi langsung oleh tim hukum Global Sumud Flotilla “Adalah”. Dalam pernyataannya, tim hukum menyebut proses pembebasan dilakukan setelah adanya tekanan internasional yang terus meningkat dari berbagai organisasi kemanusiaan, aktivis hak asasi manusia, hingga gelombang solidaritas publik di berbagai negara.
Saif Abukeshek dilaporkan tiba di Barcelona, Spanyol, dan disambut oleh relawan serta jaringan solidaritas Palestina di Bandara El Prat. Penyambutan itu juga dihadiri sejumlah awak media internasional yang mengikuti perkembangan kasus penahanan para aktivis GSF sejak awal. Sebelumnya, Global Sumud Flotilla telah mengumumkan agenda konferensi pers serta penyambutan resmi bagi Saif setibanya di Barcelona.
Sementara itu, aktivis asal Brasil, Thiago Ávila, juga telah dipulangkan ke negaranya setelah menjalani proses deportasi melalui pusat detensi imigrasi. Hingga kini, jaringan solidaritas internasional masih terus mengawal kondisi kesehatan dan pemulihan kedua aktivis tersebut setelah dilaporkan mengalami penahanan dalam situasi yang berat selama berada dalam tahanan Israel.
Global Sumud Flotilla menyebut pembebasan Thiago dan Saif sebagai kemenangan penting gerakan solidaritas internasional. Organisasi itu menilai tekanan publik global terbukti mampu memengaruhi proses diplomatik dan mempercepat pembebasan para aktivis kemanusiaan.
Meski demikian, GSF menegaskan perjuangan mereka belum berakhir. Organisasi tersebut masih menuntut pembebasan aktivis lain yang disebut masih ditahan, termasuk sejumlah relawan asal Tunisia serta ribuan tahanan politik Palestina yang berada di penjara Israel.
Dalam pernyataan terpisah, GSF juga kembali mendesak komunitas internasional, termasuk Uni Eropa dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, agar mengambil langkah tegas terhadap dugaan pelanggaran hukum internasional yang terjadi dalam penahanan para aktivis kemanusiaan di perairan internasional.
Kasus penahanan Thiago Avila dan Saif Abukeshek sebelumnya memicu kecaman luas dari berbagai organisasi hak asasi manusia dunia. Banyak pihak menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan dan solidaritas internasional untuk Palestina. (CKY)


