STOCKHOLM – Ratusan demonstran berkumpul di Observatorielunden Park, Stockholm, Swedia, pada Sabtu (9/5/2026) untuk memprotes serangan militer Israel yang terus berlangsung di Jalur Gaza dan Lebanon. Aksi tersebut digelar oleh sejumlah organisasi masyarakat sipil dan diwarnai seruan penghentian kekerasan terhadap warga sipil Palestina dan Lebanon.
Dalam demonstrasi itu, peserta membawa bendera Palestina, Lebanon, dan Iran serta membentangkan berbagai poster bertuliskan “Hentikan Pembunuhan Warga Sipil”, “Akhiri Blokade Pangan di Gaza”, dan “Hentikan Serangan terhadap Lebanon dan Iran”. Massa juga mengecam sikap sejumlah negara Eropa yang dinilai diam terhadap krisis kemanusiaan yang terus memburuk di kawasan tersebut.
Aksi solidaritas tersebut turut menyoroti intervensi Israel terhadap misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla. Para demonstran mengkritik sikap Yunani yang dianggap pasif dalam merespons penahanan aktivis flotilla yang membawa bantuan ke Gaza oleh otoritas Israel.
Aktivis Swedia, Dror Feiler, dalam orasinya mengecam kebijakan Israel di Gaza dan Lebanon serta menilai komunitas internasional gagal mengambil langkah tegas terhadap situasi kemanusiaan yang terjadi. Ia juga mengkritik serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran yang disebutnya melanggar hukum internasional.
Selain menyerukan penghentian perang, para demonstran mendesak pemerintah Swedia untuk menghentikan penjualan senjata kepada Israel. Seruan itu muncul di tengah meningkatnya tekanan publik di berbagai negara Eropa terkait konflik berkepanjangan di Timur Tengah.
Menurut laporan terbaru, meskipun gencatan senjata di Lebanon diperpanjang hingga 17 Mei mendatang, serangan Israel di wilayah tersebut masih terus terjadi setiap hari. Data resmi Lebanon mencatat sejak 2 Maret 2026, serangan Israel telah menewaskan sedikitnya 2.759 orang, melukai lebih dari 8.500 lainnya, dan memaksa sekitar 1,6 juta warga mengungsi.
Gelombang demonstrasi pro-Palestina sendiri terus meluas di berbagai kota di Eropa dalam beberapa bulan terakhir. Ribuan warga di London, Berlin, Paris, dan Stockholm secara rutin turun ke jalan menuntut penghentian agresi militer Israel serta mendesak perlindungan internasional bagi warga sipil Palestina. (CKY)


