HomeBeritaTim Hukum Global Sumud Flotilla Pastikan Thiago dan Saif Akan Dibebaskan

Tim Hukum Global Sumud Flotilla Pastikan Thiago dan Saif Akan Dibebaskan

ASKALAN – Tim hukum Global Sumud Flotilla (GSF) memastikan bahwa dua aktivis kemanusiaan internasional, Saif Abukeshek dan Thiago Ávila, akan segera dibebaskan dalam beberapa jam ke depan setelah sebelumnya ditahan oleh otoritas Israel. Informasi tersebut disampaikan dalam siaran pers resmi GSF tertanggal 9 Mei 2026.

Dalam keterangannya, tim hukum GSF menyebutkan bahwa setelah dibebaskan, keduanya akan dipindahkan terlebih dahulu ke pusat detensi imigrasi di Mesir sambil menunggu proses deportasi ke negara asal masing-masing. Hingga kini, tim hukum masih melakukan koordinasi diplomatik agar kedua aktivis tersebut dapat dipulangkan dalam proses transportasi yang sama.

GSF menyambut kabar pembebasan itu sebagai kemenangan moral sekaligus bukti bahwa tekanan dan solidaritas internasional memiliki dampak nyata. Organisasi tersebut juga menyerukan kepada masyarakat dunia untuk terus memberikan tekanan hingga Saif Abukeshek dan Thiago Ávila benar-benar tiba dengan selamat di negara asal mereka.

Selain itu, Global Sumud Flotilla meminta perhatian internasional tidak hanya tertuju pada dua aktivis tersebut, tetapi juga terhadap para aktivis Tunisia yang masih ditahan serta hampir 10 ribu tahanan politik Palestina yang berada di penjara Israel. GSF menuding penahanan tersebut dilakukan secara ilegal dan bertentangan dengan hukum internasional.

Dalam pernyataan resminya, GSF turut melayangkan kritik kepada Uni Eropa dan pemerintah Yunani yang dinilai bungkam selama proses penahanan berlangsung. Mereka mendesak adanya sanksi internasional terhadap Israel atas dugaan penculikan ilegal serta pelanggaran hak asasi manusia yang terus terjadi terhadap rakyat Palestina.

“Penahanan ini bukanlah kasus yang berdiri sendiri. Ini merupakan bagian dari sistem penahanan, penahanan administratif, penyiksaan, dan impunitas yang telah lama diberlakukan terhadap rakyat Palestina, bahkan kini meluas hingga ke perairan internasional,” demikian pernyataan GSF dalam siaran pers tersebut.

Global Sumud Flotilla menegaskan pihaknya akan terus melakukan mobilisasi internasional hingga seluruh tahanan politik Palestina dibebaskan, termasuk para aktivis internasional yang masih ditahan. Organisasi tersebut juga kembali menyerukan solidaritas global untuk perjuangan Palestina.

Sebelumnya, pengadilan Israel sempat memperpanjang masa penahanan keduanya hingga 10 Mei. Selama dalam tahanan, laporan dari tim pembela menyebut kedua aktivis melakukan aksi mogok makan sebagai bentuk protes terhadap penahanan mereka.

Penangkapan para aktivis flotilla kembali memicu sorotan terhadap kebijakan blokade Israel di Gaza yang telah berlangsung selama bertahun-tahun dan menjadi perhatian berbagai organisasi kemanusiaan internasional. (CKY)

ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler